Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Egianus Kogoya Sebut Tidak Mau Kompromi Dengan Mata, KKB Papua Kembali Tebar Ancaman

Setelah terjadi pembantaian warga di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, Panglima Kodap III Ndugama Derakma Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Orga

Editor: Eko Setiawan
Facebook TPNPB
Belum Tuntas Total, KKB Papua Kembali Tantang TNI-Polri Perang Terbuka. Foto: Ilustrasi pasukan KKB Papua. 

TRIBUNBATAM.id - Kelompok KKB Papua kembali menebar ancaman. Menurutnya mereka tidak akan memberikan kompromi kepada mata-mata.

Diketahui, sejumlah warga sipil banyak yang menjadi korban penembakan.

Mereka mengatakan semua orang yang tewas ditembak tersebut adalah mata-mata.

Setelah terjadi pembantaian warga di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, Panglima Kodap III Ndugama Derakma Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka ( TPNPB-OPM ) atau KKB Papua Egianus Kogoya mengaku bertanggung jawab.

Menurut Egianus Kogoya, peristiwa itu dipicu aksi seorang warga asli Papua merekam video saat anak buahnya mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Dia mengatakan, KKB Papua mencurigainya perekam video sebagai mata-mata sehingga menembaknya.

Egianus Kogoya menjelaskan kronologi sebelum dan saat KKB Papua melakukan pembantaian terhadap warga.

Pada 16 Juli 2022, pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma memasuki Kenyam.

Baca juga: Dua Sosok Penting Dibalik Suksesnya Transfer Paulo Dybala ke AS Roma

Baca juga: Lettu Pnb Allaan Meninggal Dunia Saat Latihan Penerbangan, Padahal Baru 1 Tahun Menikah

Pukul 08.30 WIT, KKB Papua mengibarkan bendera Bintang Kejora di Kampung Nanggolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.

"Dari sebuah truk, seseorang diam-diam mengambil foto dan video. Kami mencurigainya sebagai mata-mata dan menembaknya di tempat,” kata Kegianus Kogoya.

Setelah menembak korban yang adalah warga Papua, lanjut Egianus Kogoya, KKB Papua menembaki lima orang yang menjaga kios di sepanjang jalan.

Dia menuduh penjaga kios juga memata-matai aktivitas KKB Papua dan menuduh salah satu dari mereka memiliki senjata.

Beberapa saat kemudian, sebuah truk melewati tempat kejadian. “Kami berhenti dan memeriksa truk. Ada empat orang, kepala tertunduk di dalam truk."

"Kami mencurigai empat orang itu dan kami menembak mereka. Dalam pandangan kami, mereka adalah mata-mata yang menyamar sebagai pekerja,” tambah Egianus Kogoya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved