Breaking News:

DISKOMINFO KEPRI

Gubernur Kepri Terima Tim Pusat Penelitian National University of Singapore

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyambut tim pusat penelitian ACI dari National University of Singapore di Tanjungpinang, Senin (18/7).

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Biro Adpim Pemprov Kepri
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad saat berbincang bersama Tim pusat penelitian Asia Competitiveness Institute (ACI) dari Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National of University Singapore (NUS) di ruang Kerja Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (18/7/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Tim pusat penelitian Asia Competitiveness Institute (ACI) dari Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore (NUS) melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Riau (Kepri) untuk belajar terkait faktor penguatan daya saing ekonomi yang terus bertumbuh pasca wabah covid-19.

Kedatangan rombongan pusat penelitian ACI dari Lee Kuan Yew School of Public Policy National of Unioversity Singappore (NUS) disambut langsung Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang didampingi oleh Analis Kebijakan Ahli Utama Provinsi, Syamsul Bahrum di Ruang Kerja Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (18/07/2022).

Rombongan pusat penelitian ACI Singapura ini dipimpin Direktur ACI, Prof. Paul Cheung.

Beserta rombongan Research Asistant, Doris Liew Wan Yin, Kevin Chen Xian An, dan Clarie Handoko yang kemudian Research Associate, Tan Kway Guan.

Baca juga: Gubernur Ansar Paparkan Komitmennya Sejahterakan Masyarakat Pesisir di Kepri

Pada kesempatan itu, Paul Cheung, menanyakan peran Gubernur Ansar terkait penguatan daya saing yang membuat pertumbuhan ekonomi Kepri yang semakin membaik pasca Covid-19 dibandingkan dengan beberapa Provinsi lainnya.

"Kami sangat terkesan dengan apa yang Gubernur lakukan, dengan statement dan program-program Gubernur saat ini, yang kami rasa sangat kredibel membuat ekonomi Kepri bertumbuh pasca Covid, apa saja yang Gubernur lakukan," papar Paul Cheung.

Paul Cheung juga menyebutkan bahwa dengan hasil penguatan daya saing ekonomi Provinsi Kepri yang meningkat, pihak LKYSPP ingin lakukan kerjasama dengan Provinsi Kepri serta mengundang Gubernur untuk memberikan kuliah umum di Singapura.

"Kami ketahui, hasil penelitian dengan beberapa Provinsi lainnya di Indonesia, Kepri mendapati peningkatan ekonomi pasca Covid, membuat kami dari LKYSPP ingin lakukan kerjasama dengan Pemprov Kepri, serta jika berkenan, kami mengundang Gubernur untuk hadir memberikan kuliah umum di Singapura," sebut Paul Cheung.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri tidak terlepas dari peran pegawai pemerintah yang terus melakukan terobosan serta masyarakat Kepri yang selalu berinovasi guna menciptakan roda pemulihan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri bukan hal yang dapat dilakukan secara mudah dan singkat, banyak stakeholder terkait yang selalu berjuang, melakukan terobosan-terobosan baru, guna memberikan peluang kepada masyarakat untuk menggerakkan roda ekonomi kembali. Tentunya, peran masyarakat Kepri yang berinovasi untuk maju masuk kedalam faktor tersebut," tutur Gubernur Kepri.

Gubernur Kepri juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau selalu terbuka dengan pihak manapun yang ingin melakukan kerjasama dengan pemerintah, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri.

Baca juga: Gubernur Kepri Beri Bantuan 133 RT/RW dan 35 Posyandu di Jemaja Anambas

"Kami sangat terbuka dengan investor asing, atau dengan pihak manapun yang ingin melakukan kerjasama dengan Kepri. Tentunya, pemerintah akan fasilitasi kerjasama tersebut dengan semampunya, selagi itu membawa kesejahteraan untuk masyarakat Kepri dan memajukan Kepri, kita pasti dukung dan fasilitasi,"sebutnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga memaparkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diterapkan Provinsi Kepri yang masih sangat berpotensi untuk dikembangkan, dan juga penerapan wilayah Free Trade Zone (FTZ) pada Kota Batam, Kabupaten Bintan, Serta Kabupaten Karimun yang maju pesat.

"Provinsi Kepri memiliki wilayah FTZ atau zona perdagangan bebas yang artinya perdagang Ekspor tidak lagi dikenakan pajak dan Bea Cukai, hal ini bisa kita kerjasamakan mengingat posisi Kepri dan Singapura yang strategis, tentunya kita juga menerapkan KEK di Galang batang, Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic yang masih sangat berpotensi," imbuhnya.(TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Kepri TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved