Jumat, 24 April 2026

BERITA CHINA

China Bakal Hadapi Gelombang Panas Ekstrem, Terjadi Hingga 10 Hari

Beberapa kota di China sudah mengeluarkan peringatan gelombang panas tingkat tinggi pada Jumat (22/7/2022).

[SS/YOUTUBE/THE GUARDIAN](SS/YOUTUBE/THE GUARDIAN)
Potret Badai pasir di China setinggi 100 meter menghantam gedung bertingkat. Cina bakal menghadapi gelombang panas ekstrem yang terjadi hingga 10 hari kedepan. Foto ilustrasi. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - China bakal menghadapi gelombang panas ekstrem selama 10 hari kedepan.

Gelombang panas ekstrem yang bakal menghantam China ini terjadi dari timur hingga barat wilayah Ngeri Panda itu.

Selain China, gelombang panas juga menerjang sejumlah wilayah di Asia Timur sejak Juni 2022.

Kemudian juga terjadi di Eropa Barat, Afrika Utara dan Amerika Utara hingga memicu kebakaran hutan di banyak negara.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim akan membuat gelombang panas lebih panas dan lebih sering.

Beberapa kota di China bahkan sudah mengeluarkan peringatan tingkat tinggi pada Jumat (22/7/2022).

Baca juga: Warga Malaysia dan China Berurusan dengan TNI, Curiga Setelah Lihat Foto HP

Lonjakan suhu yang tajam diperkirakan terjadi pada Sabtu (23/7/2022), sebelum berkembang menjadi gelombang panas selama tiga hari atau lebih.

Pejabat di Pusat Meteorologi Nasional, Fu Jiaolan, mengatakan kepada media negara China bahwa gelombang panas mendatang diperkirakan memiliki cakupan serupa dengan gelombang panas pada 5 hingga 17 Juli lalu.

Lebih banyak wilayah di China kemungkinan dapat dilanda suhu 40 derajat Celsius.

Beberapa kota di Provinsi Zhejiang, wilayah dengan banyak pabrik dan eksportir, mengeluarkan peringatan merah pada Jumat, level tertinggi dari sistem peringatan tiga tingkat.

Beberapa kota di provinsi tersebut memperkirakan suhu setidaknya mencapai 40 derajat Celsius dalam 24 jam ke depan.

Beban pada jaringan listrik nasional dapat mencapai titik tertinggi baru pada musim panas ini, dengan operasi yang akan menghadapi 'ujian berat'.

Baca juga: Militer China Susupi Taiwan LAGI, Taipei Balas Serangan Tiongkok

“Untuk semua pabrik di China dan Shanghai, kami memiliki peraturan yang harus dipatuhi. Setiap tahun kami melakukan berbagai hal untuk membuat pekerjaan lebih nyaman. Misalnya memberi pekerja es krim ketika terlalu panas,” kata Presiden Perusahaan Sika, pmbuat produk kimia, Leo Zhang.

Zhejiang, beberapa wilayah di Fujian, Guangdong, Hunan, Jiangxi, dan Chongqing, juga menghadapi risiko kebakaran hutan dalam waktu dekat.

Dari 1 Juni hingga 20 Juli, lembah Sungai Kuning dan Sungai Yangtze, pusat utama industri dan perdagangan, dilanda setidaknya 10 hari suhu tinggi lebih dari biasanya. (TribunBatam.id) (Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved