Breaking News:

BERITA CHINA

Militer China Susupi Taiwan LAGI, Taipei Balas Serangan Tiongkok

Militer China yang merangsek masuk ke oerbatasan Taiwan merupkan sembilan kalinya hanya dalam bulan ini saja. Taipei pun membalas serangan China itu.

TribunBatam.id/China Military
Ilustrasi Militer Tiongkok - China mengerahkan armada militernya ke Taiwan untuk kesekian kalinya dalam bulan ini. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Armada tempur China kembali unjuk gigi ke Taiwan.

Tepatnya setelah pesawat militer China terbang ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada Minggu (17/7/2022) waktu setempat.

Masuknya pesawat militer China ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan merupakan kali kesembilan terjadi hanya dalam bulan ini saja.

ADIZ adalah area yang melampaui wilayah udara suatu negara di mana pengontrol lalu lintas udara meminta pesawat yang masuk untuk mengidentifikasi diri.

Kementerian Pertahanan Nasional (MND) mengungkap China juga mengerahkan pesawat perang anti-kapal selam Shaanxi Y-8 One People's Liberation Army Air Force (PLAAF) terbang ke sudut barat daya ADIZ Taiwan, selain pesawat militernya.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping Kunjungi Xinjiang, Ungkap Perkembangan Islam

Sejauh bulan ini, China telah mengirim 36 pesawat militer ke zona identifikasi Taiwan, termasuk 17 jet tempur, dua pesawat pengebom tempur, satu pesawat pengebom, satu helikopter, dan 15 pesawat pengintai.

Sebagai respons, Taiwan mengirim pesawat, mengeluarkan peringatan radio, dan mengerahkan sistem rudal pertahanan udara untuk melacak pesawat PLAAF.

Sejak September 2020, China telah meningkatkan penggunaan taktik zona abu-abu dengan secara rutin mengirim pesawat ke ADIZ Taiwan, dengan sebagian besar kejadian terjadi di sudut barat daya.

Pada tahun 2021, pesawat militer China memasuki ADIZ Taiwan pada 961 kasus selama 239 hari, menurut MND.

Taktik zona abu-abu didefinisikan sebagai upaya atau serangkaian upaya di luar pencegahan dan jaminan kondisi mapan yang berupaya mencapai tujuan keamanan seseorang tanpa menggunakan kekuatan langsung dan cukup besar.

Baca juga: China Kirim Pesawat Tempur Buntut Senator Amerika Serikat Kunjungi Taiwan

Taiwan telah diperintah oleh pemerintahan lokalnya sejak 1949 ketika sisa pasukan Kuomintang yang dipimpin oleh Chiang Kai-shek (1887-1975) dikalahkan dalam Perang Saudara Tiongkok dan berlindung di pulau itu.

Taiwan telah melestarikan bendera dan beberapa simbol Republik Tiongkok lainnya yang telah ada sebelum Komunis mengambil alih daratan.

Menurut posisi resmi China yang didukung oleh sebagian besar negara, termasuk Rusia, Pulau Taiwan adalah salah satu provinsi China.

Sementara konsep zona pertahanan udara punya tujuan untuk mengidentifikasi pesawat tidak didefinisikan di bawah hukum Internasional.

Perpanjangan zona-zona ini dinyatakan oleh negara atau wilayah tertentu dan tidak harus dibatasi oleh batas-batasnya.

Baca juga: Ancaman Jenderal China Buat Amerika Serikat Jika Terus Bela Taiwan

Taiwan mendeklarasikan zona identifikasi pertahanan udaranya secara sepihak: wilayahnya mencakup 492 kilometer persegi dan jauh melebihi wilayah udara pulau itu.

Ini juga mencakup perairan di sekitarnya, Selat Taiwan dan juga bagian dari wilayah udara di atas provinsi Fujian, Jiangxi dan Zhejiang di daratan Cina.(TribunBatam.id) (Kontan.co.id)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kontan.co.id

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved