BERITA KRIMINAL
Diduga Ada Cinta Segitiga Dalam kasus Penembakan, Penyedia Senjata Sudah Ditangkap Tim Gabungan
Tim gabungan TNI Polri sudah menangkap lima sindikat pelaku penembakan istri Anggota TNI di Semarang. Namun sayang suami korban saat ini malah kabur
TRIBUNBATAM.id, Semarang – Setelah menangkap komplotan pelaku penembakan istri anggota TNI, kini sejumlah tekateki mulai terungkap.
Diduga adanya keterlibatan anggota TNI yakni suami korban dalam peristiwa penembakan tersebut.
Sebab hingga kini, sang suami tidak ada dirumah dan melarikan diri dalam tugas.
Setidaknya lima orang sudah ditangkap dalam kasus tersebut.
Keterlibatan mereka sudah dirinci satu persatu oleh penyidik gabungan dari TNI Polri.
Baca juga: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Cium Aroma Cinta Segitiga Dalam Kasus Penembakan Istri TNI
Baca juga: Warga Malaysia dan China Berurusan dengan TNI, Curiga Setelah Lihat Foto HP
Seluruh anggota komplotan penembak istri prajurit TNI di Jalan Cemara III, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, sudah tertangkap.
Setelah membekuk seorang pelaku penembakan pada Jumat (22/7/2022), polisi kembali menangkap empat terduga penembak istri prajurit TNI tersebut.
Sehingga saat ini seluruh penembak istri anggota TNI yang berjumlah lima orang berhasil diamankan.
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Semarang, Irwan Anwar, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (23/7), menyebut salah satu dari mereka adalah penyedia senjata.
"Ada lima (ditangkap), yang satu itu penyedia senjata," ujarnya.
Adapun kelima pelaku itu sudah diamankan di Mapolrestabes Semarang.
Irwan menambahkan, selain sepeda motor, tim gabungan TNI-Polri juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu sepucuk senjata api dan empat amunisi.
Saat ini, lanjut dia, tim gabungan masih melakukan pencarian terduga pelaku yang menjadi dalang aksi penembakan istri prajurit TNI tersebut.
"Saat ini tinggal pelaku yang menyuruh pembunuhan itu," kata dia.
Sementara, prajurit TNI berinisial Kopda M yang istrinya ditembak, dikabarkan menghilang dan mangkir dari tugasnya di kesatuan.
"Sampai sekarang masih dilakukan pencarian," kata Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto di Mapolrestabes Semarang, Jumat.
Dia menjelaskan, Kopda M sempat terlihat di lokasi tempat kejadian perkara saat terjadi penembakan pada Senin (18/7) lalu.
M juga sempat menemani istrinya, R, saat dirawat di rumah sakit.
Namun, sehari setelah terjadi penembakan tersebut, Kopda M sudah tak terlihat. Saat ini yang bersangkutan dinyatakan mangkir atau Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI).
"Dia dinyatakan THTI karena tak terlihat di kesatuannya dan tidak ada izin kepada komandan batalyon," ungkapnya.
Hermanto menegaskan, THTI yang telah dilakukan oleh Kopda M sudah masuk kategori tindak pidana militer.
Sampai saat ini, Kopda M masih dalam proses pencarian oleh komandan batalyon. Menurutnya, bukan tidak mungkin Kopda M akan ditindak secara militer karena mangkir.
"Semua berkas sudah dilimpahkan, pasti ada tindakan militer," ujarnya.
Panglima TNI Cium ada motif Cinta Segitiga
Setelah sempat heboh di beritakan, akhirnya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara.
Ia menatakan melihat kasus penembakan yang dialami oleh istri angota TNI tersebut ada motif tertentu.
Andika Perkasa mencium ada bau cinta segitiga dalam kasus ini.
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mencium ada cinta segitiga di balik kasus penembakan istri anggota TNI berinisial RW (34) di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Jenderal Andika menduga ada keterlibatan prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Semarang, berinisial Kopda M dalam peristiwa penembakan istrinya tersebut.
"Dugaan memang kuat karena suami dari korban ini lari sejak hari pertama," kata Panglima TNI di Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (23/7/2022).
"Dan bukti-bukti investigasi sudah mengarah kepada beberapa orang, yang kami lebih cenderung juga mengaitkan ke suami korban."
Menurut dia, petugas juga memeriksa jejak elektronik yang mengarah dengan adanya dugaan keterlibatan Kopda M.
Andika mengatakan pihaknya sudah mengantongi sejumlah saksi, di antaranya orang yang memiliki hubungan asmara dengan Kopda M.
"Kami sudah memiliki saksi-saksi, termasuk saksi yang memang memiliki hubungan khusus asmara dengan suami korban ini," ucap Andika.
Dia menegaskan, kasus penembakan itu sangat tidak manusiawi, apalagi dilakukan demi memuaskan kesenangan pribadi seorang prajurit.
"Apakah kesenangan pribadi yang kemudian memberikan dorongan untuk melakukan apa saja, menghalalkan segala cara. Ini akan kami usut tuntas," ucap Andika.
Selain itu, Jenderal Andika juga akan memberikan hukuman kepada pelaku penembakan terhadap korban RW tersebut.
"Pasal yang kami kenakan akan maksimal, antara lain adalah pasal 340, termasuk 53 jo 340 KUHP; sehingga kami pastikan semua pasal yang bisa dikenakan. Percaya pada kami, kami akan tuntaskan semuanya," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang polisi meringkus pelaku penembakan terhadap istri anggota TNI berinisial RW di Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Tim gabungan Polda Jawa Tengah menangkap salah satu penembakan istri anggota TNI," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar di Semarang, Jumat.
Polisi mengamankan satu pucuk senjata api yang diduga digunakan untuk menembak korban. RW diduga ditembak oleh orang tak dikenal di depan rumahnya di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7/2022).
Artikel ini pernah tayang di KompasTV dengan judul Komplotan yang Tembak Istri TNI Tertangkap Seluruhnya, Suami Korban Diduga Lakukan Pidana Militer