8 Ciri Lowongan Kerja Palsu, Minta Uang ke Pelamar hingga Janji Bergaji Besar
Penipuan dengan modus lowongan kerja palsu kerap masih terjadi dan tidak sedikit masyarakat sudah jadi korban dengan cara memintai uang calon pelamar
3. Menggunakan email gratis
Perusahaan resmi yang sudah memiliki reputasi biasanya menggunakan email resmi dengan domain website atau situs mereka.
Jika Anda mendapatkan lowongan atau undangan wawancara dari email gratisan, seperti gmail, yahoo, ymail, dan hotmail, Anda patut menaruh curiga.
Email gratisan bukan berarti email tersebut abal-abal.
Namun, penggunaan email gratis bisa dilakukan oleh siapa pun.
Artinya, bisa saja orang yang mengirim email dengan email gratisan kepada Anda adalah lowongan kerja palsu.
4. Alamat website mencurigakan
Selain email, perusahaan saat ini umumnya memiliki alamat website resmi mereka.
Hal ini sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan, khususnya perusahaan besar, untuk memiliki website mereka sendiri.
Biasanya lowongan kerja palsu menggunakan alamat situs website yang non resmi, seperti blogspot dan wordpress.
Baca juga: 3 Cara Cek Foto Palsu di Medsos agar Terhindar dari Hoax dan Penipuan
Jika demikian, sudah dipastikan lowongan kerja tersebut.
Namun ada juga lowongan kerja bodong yang menggunakan alamat website berbayar, seperti domain .com, .co.id, .web.id, .id, dan lainnya.
Luangkan sedikit waktu Anda untuk melakukan dan bertanya kepada pihak yang lebih tahu tentang perusahaan yang membuka lowongan kerja tersebut untuk mencari tahu apakah alamat website yang Anda terima resmi dari perusahaan resmi.
5. Mendapat panggilan interview mesti tidak melamar
Beberapa penipuan berkedok lamaran kerja juga biasa melancarkan aksinya dengan langsung memanggil ke tahap interview atau wawancara meskipun korban tidak melamar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/loker-ilustrasi.jpg)