Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Santri Pondok Pesantren di Tangerang Tewas Diduga Dianiaya Rekannya, Berawal Kelahi di Kamar Mandi

Seorang santri pondok pesantren Daar El Qolam di Tangerang tewas diduga akibat penganiayaan yang dilakukan rekannya sesama santri.

Editor: Anne Maria
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi Penganiayaan. Santri Pondok Pesantren di Tangerang Tewas Diduga Dianiaya Rekannya, Berawal Kelahi di Kamar Mandi 

TRIBUNBATAM.id- Seorang santri di sebuah pondok pesantren di Tangerang tewas diduga akibat penganiayaan yang dilakukan rekannya sesama santri.

Korban berinisial BD (15), sementara terduga pelaku berinisial RE (15). Keduanya merupakan santri dari pondok pesantren (ponpes) Daar El Qolam.

BD meninggal dunia diduga akibat dianiaya rekannya RE tersebut.

Peristiwa tragis itu bermula dari pertengkaran keduanya di kamar mandi.

"Berdasarkan keterangan guru dan pengasuh yang mengantar, korban meninggal diduga karena berkelahi sesama santri," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma dalam keterangannya, Selasa (9/8/2022).

Penganiayaan sesama santri tersebut, kata Raden, terjadi pada Minggu (7/8/2022) sekitar pukul 06.25 WIB lalu.

Baca juga: Ade Ratna Sari Minta Polisi Tahan Ayu Aulia yang Jadi Tersangka Dugaan Penganiayaan

Baca juga: Buron 10 Bulan, Terduga Pelaku Kasus Penganiayaan Ini Ditangkap Polisi di Sukabumi

Raden mengungkapkan insiden penganiayaan ini bermula saat pelaku mencari temannya bernama DE yang kebetulan saat itu sedang mandi bersama korban.

Saat itu, pelaku membuka pintu kamar mandi sehingga tidak sengaja mengenai korban.

Atas hal itu, korban kesal dan berteriak ke pelaku hingga terjadi perkelahian.

"Dan terjadi perkelahian. Perkelahian tersebut dipisahkan oleh beberapa santri yang berada di TKP," paparnya.

Namun pelaku yang masih belum terima, kembali mendatangi korban.

Hanya sepuluh menit berselang dari pertengkaran keduanya di kamar mandi, pelaku pun mendatangi kamar korban.

Sesampainya di situ, pelaku langsung menendang kepala korban sebanyak dua kali.

Setelah itu, korban mengeluhkan sakit dikepalanya hingga tidak bisa mengikuti pelajaran saat itu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved