Selasa, 21 April 2026

WAWANCARA EKSKLUSIF

Belajar di Universitas Terbuka Batam, Tanpa Terikat Sekat Fisik

Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi negeri yang menerapkan pembelajaran jarak jauh dan mandiri.

TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi negeri yang menerapkan pembelajaran jarak jauh dan mandiri. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Mungkin masih ada di antara Tribunners yang belum mengetahui atau ragu dengan Universitas Terbuka (UT).

Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi negeri yang menerapkan pembelajaran jarak jauh dan mandiri.

Kira-kira bagaimana cara kerja perguruan tinggi yang satu ini dan bagaimana cara mahasiswa belajar dengan para dosen?

Untuk mengetahui hal tersebut, TRIPOD, Jumat (12/8/2022) lalu mengundang Direktur Universitas UT Batam Angga Sucitra Hendrayana.

Wawancara lengkap Podcast bersama host Thomm Limahekin ini bisa disaksikan di Facebook TRIBUNBATAM.id atau mengunduh QR Code yang kami tampilkan.

Berikut petikannya :

TB : Bisa dijelaskan UT sebenarnya seperti apa?

UT : UT merupakan perguruan tinggi negeri ke-45 yang didirikan pada 4 September tahun 1984, diresmikan oleh presiden kedua, Presiden Soeharto.

Sebenarnya UT statusnya sama dengan universitas lainnya.

Yang membedakan itu sistemnya atau proses pembelajarannya saja.

UT sebagai perguruan tinggi tentu saja bagian dari sistem pendidikan formal nasional.

TB : Kapan UT masuk Kepri? 

UT : Masuknya UT untuk wilayah Kepri atau UT Batam bersamaan dengan munculnya Provinsi Kepulauan Riau. Ketika Provinsi Kepri berdiri maka UT Batam juga hadir di sini. Wilayah kerjanya adalah tujuh kabupaten/kota di Kepri.

TB : Sistem pembelajaran di UT itu seperti apa?

UT : Sistem pembelajaran UT mungkin sangat berbeda dengan perguruan tinggi lainnya.

Karena di UT sistem pembelajarannya jarak jauh, bukan kelas jauh, ya. Karena kelas jauh itu dilarang.

Saat masa pandemi muncul, tiba-tiba kan berubah semua menjadi daring atau menjadi online semua.

Sementara kami sudah jauh-jauh hari menggunakan cara itu dan sudah terbiasa. Mahasiswa UT belajarnya bisa dimanapun.

TB : Apakah Anambas atau Natuna yang jaraknya sangat jauh dari Batam bisa menjadi mahasiswa UT?

UT : Meski jarak antara mahasiswa dan dosen saling berjauhan, proses pembelajaran tetap dapat berjalan menggunakan media yang menjembatani.

Ada buku materi pokok yang di dalamnya terdapat beberapa modul.

Kemudian layanan bantuan belajar yang disediakan oleh UT dan dapat diikuti mahasiswa.

Ada layanan bantuan belajar online; baik tatap muka, ataupun bantuan lainnya yang disediakan UT.

TB : Berarti sama dengan perguruan tinggi lainnya?

UT : Secara kurikulim dan akreditasi tentu saja sama untuk program sarjana.

Kalau untuk mendapatkan gelar sarjana atau S1, kami 144 sampai 145 SKS, tetapi untuk sistem pembelajarannya ada yang berbeda.

Kalau di PT umumnya, mahasiswa datang ke kampus, masuk kelas dan bertemu dengan dosen. Kalau di UT, bisa saja mahasiswa tidak bertemu dosennya.

TB : Apa bisa disebut belajar daring?

UT : Nah di sini ada paradigma masyarakat yang salah. Asumsinya daring itu menggunakan aplikasi Zoom atau sejenisnya atau sinkronus.

Sinkrous itu misalnya, saya di Batam tapi mahasiswanya di Natuna, ketemunya secara online.

Kalau di UT, ada juga sistem online unsinkronus, proses pembelajaran secara online namun bisa diakses oleh mahasiswa kapan saja, di mana saja, asal ada jaringan internet. UT punya aplikasi learning yang bisa diakses mahasiswa.

Jadi, sebelum pandemi, mahasiswa UT sudah terbiasa dengan belajar online.

TB : Universitas kan banyak, kenapa masih mendirikan UT?

UT : Jadi kita flashback dulu ya. Ketika terjadi ledakan penduduk tahun 70-an, jumlah penduduk di negara kita mulai tinggi, menimbulkan dinamika internal dan eksternal.

Jumlah pegawai atau guru yang mengajar banyak tetapi kompetensinya masih kurang.

Karena itu, pemerintah membutuhkan sistem pendidikan yang bisa menjangkau seluruh lapisan pelosok masyarakat, baik yang ada di kota, desa, ataupun di daerah terpencil.

Akhirnya pemerintah menampung mereka yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya ke yang lebih tinggi, tetapi terkendala biaya, tempat tinggalnya, atau kesehariannya.

TB : Bagaimana UT menjawab anggapan bahwa lulusannya sedikit lebih rendah dari universitas lain?

UT : Terkait hal itu bisa kita jawab berdasarkan data BKN tahun 2019.

Jumlah peserta yang ikut tes CPNS pada saat itu, paling banyak lulusan UT, sebanyak 9 ribu orang.

Ada banyak sekali lulusan UT yang sudah berkiprah di dalam masyarakat.

TB : Keunggulan UT dibandingkan universitas lainnya?

UT : Keunggulannya, yang pertama, siapa saja bisa menjadi mahasiswa UT, tidak dibatasi usia.

Yang penting lulus SLTA maupun paket C. Kemudian, mahasiswa UT sangat fleksibel, mereka bisa kuliah sambil bekerja dan tidak menggangu keseharinnya.

Fleksibel juga dalam memilih paket layanan. Keunggulan lainnya, biaya bisa dijangkau atau lebih murah. Semua jurusan di UT juga sudah terakreditasi.

TB : Artinya, lulusan UT diakui secara umum?

UT : Prinsipnya, lulusan UT sama dengan perguruan tinggi lainnya. Mereka bisa berkarir di instansi pemerintahan, swasta dan lainnya. Ijazah mereka diakui, legal formantanya ada.

TB : Untuk tahun ajaran 2022/2023 ini bagaimana?

UT : Penerimaan mahasiswa baru di UT Batam pendaftarannya terakhir 16 Agustus 2022 untuk mahasiswa baru.

Biayanya pendaftarannya, sistem paket semester (Sipas) mulai dari Rp 1.150.000 sampai Rp 2.400.000.

Kemudian, untuk paket non-Sipas biayanya tergantung program studi yang diambil, mulai dari Rp 36 ribu per SKS sampai dengan Rp 86 ribu per SKS.

TB : Di UT ada beasiswa?

UT : Beasiswa tentu saja ada. Kami ada Bidikmisi, KIP maupun dana CSR, juga beasiswa prestasi.

TB : Berapa banyak mahasiswa UT Batam?

UT : Universitas Terbuka Batam mahasiswanya mencapai 9.000 lebih yang tersebar di tujuh kabupaten kota di Kepri.

TB : Ada closing statement?

UT : Para Tribuners di manapun berada, mari bergabung bersama kami di UT, kami mengajak Anda dan kami mendatangi Anda.

Mari bergabung bersama kami, menjadi bagian keluarga besar Universitas Terbuka, dimana pun anda berada karena kami menjangkau yang tidak terjangkau. Kami menunggu kedatangan Anda di kantor UT Batam, Jalan Doktor Soetomo Nomor 3, Sekupang Kota Batam. (Muhammad Ilham)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved