Jumat, 8 Mei 2026

Batam Terkini

Warga Sekupang Menjerit, Bau Menyengat Diduga dari PT Hong Yuan Bikin Sesak Napas Tiap Malam

Keluhan warga kini semakin memuncak. Bau menyengat yang kerap tercium, terutama saat malam hari, disebut bukan

Tayang:
Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Eko Setiawan
Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
ASAP - Asap pembakaran dari perusahaa PT Hong Yuan yang sangat dikeluhkan warga perumahan Melati Garden, Tanjungriau Sekuoang Kota Batam, Senin (20/4/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Perumahan Melati Garden, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, kembali bersuara keras.

Mereka mengaku sudah tidak tahan dengan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran dan peleburan limbah aluminium serta plastik oleh PT Hong Yuan.

Keluhan warga kini semakin memuncak. Bau menyengat yang kerap tercium, terutama saat malam hari, disebut bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mulai berdampak pada kesehatan.

“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau malam hari. Kadang sampai sesak napas. Kami sudah sering mengeluh dan melapor, tapi belum ada tanggapan yang jelas,” ujar Cahyo, warga Melati Garden, Senin (20/4/2026).

Menurut warga, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada penanganan tegas dari pihak terkait. Mereka merasa seolah dibiarkan menghadapi pencemaran udara yang terus berulang.

Cahyo menjelaskan, sebelumnya cerobong asap perusahaan berada pada posisi rendah sehingga asap langsung mengarah ke permukiman warga. Setelah mendapat protes, cerobong tersebut memang ditinggikan.

Namun, langkah itu dinilai belum menyelesaikan masalah.

“Sekarang cerobongnya memang sudah lebih tinggi, tapi kalau angin kencang tetap saja asapnya turun ke rumah warga,” katanya.

Yang membuat warga semakin geram, aktivitas pembakaran diduga justru lebih sering dilakukan pada malam hari, saat pengawasan dinilai lebih minim.

“Kalau siang jarang, mungkin karena sering kami dokumentasikan. Tapi malam justru sering beroperasi, mulai sekitar pukul 22.00 WIB sampai dini hari. Baunya itu terasa sampai pagi,” kata Cahyo.

Warga juga menduga proses pembakaran menggunakan bahan bakar seperti solar dan oli bekas, yang memperparah bau sekaligus meningkatkan tingkat polusi udara di lingkungan mereka.

Baca juga: Warga Melati Garden Batam Keluhkan Asap dan Bau Menyengat, Diduga dari Aktivitas Perusahaan

Berbagai upaya sudah dilakukan warga, termasuk melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Bahkan, uji emisi sempat dilakukan. Namun warga menilai hasilnya tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Waktu uji emisi, produksinya tidak seperti biasanya, jadi hasilnya dianggap masih aman. Tapi setelah itu, kondisi kembali seperti semula,” ujarnya.

Kekhawatiran warga kini semakin besar. Mereka takut paparan asap dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan serius, terutama bagi anak-anak dan lansia yang lebih rentan.

Hingga kini, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan secara serius, melakukan peninjauan ulang, serta mengambil langkah tegas terhadap aktivitas yang diduga mencemari lingkungan tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PT Hong Yuan yang telah dikonfirmasi Tribun Batam belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirimkan kepada pihak perusahaan juga belum mendapat balasan. (ian)
 
 
 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved