Breaking News:

Inilah Ciri Ular Tanah Miliki Bisa atau Racun dan Sering Masuk Rumah

Ular tanah dalam beberapa kasus ditemukan menyelinap ke dalam rumah atau bersarang di pekarangan dan kebun warga serta salah satu jenis ular berbisa

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta
Ular tanah - Ular tanah dalam beberapa kasus ditemukan menyelinap ke dalam rumah atau bersarang di pekarangan dan kebun warga serta salah satu jenis ular berbisa 

TRIBUNBATAM.id - Ular, apa pun jenisnya tentu membuat geli banyak orang.

Tidak banyak orang yang berani berinteraksi dengan ular, karena sifat agresifnya.

Meski tak semua ular memiliki bisa atau racun yang mematikan, tetap saja ular menjadi hewan berbahaya.

Salah satu ular yang mungkin banyak dikenali masyarakat adalah piton dan kobra.

Tapi tahukan Anda, terdapat jenis ular yang juga kerap masuk ke pekarangan rumah.

Adalah ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah, yang dalam beberapa kasus ditemukan menyelinap ke dalam rumah atau bersarang di pekarangan dan kebun.

Ular tanah memiliki nama latin Calloselasma rhodostoma dan endemi di Asia Tenggara.

Jenisnya banyak ditemukan di Thailand, Malaysia bagian selatan, dan Pulau Jawa.

Ular tanah merupakan ular-berbisa' title=' ular berbisa'> ular berbisa yang berbahaya dan dikenal dengan nama berbeda-beda di wilayah Indonesia.

Nama lokal di Indonesia antara lain, bandotan bedor, oray lemah, ular gibug, dan ular edor.

Baca juga: Ular King Kobra Panjang Tiga Meter Masuk Rumah Warga dan Sembunyi di Bawah Kasur

Baca juga: Warga Bintan Ini Kaget Ular Sepanjang Tiga Meter Masuk Kandang Ayam Miliknya

Sedangkan dalam Bahasa Inggris dikenal dengan nama Malayan pit viper.

Perlu diketahui bahwa ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah merupakan hewan pemangsa yang suka menyergap.

Ular tersebut bisa dikenali dari tubuhnya yang cenderung gemuk, sedikit pendek, dan tidak terlalu besar.

Biasanya ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah mempunyai panjang sekitar 76 centimeter.

Dalam hal ini ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah betina lebih panjang ketimbang yang jantan.

Di sisi lain, ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah memiliki warna cokelat pada punggungnya dengan aksen sedikit merah jambu atau kemerahan.

Nah, di bagian punggung tengah pula, kita bisa mendapati corak cokelat gelap atau segitiga besar sebanyak 25-30 pasang.

Sementara itu, bagian samping ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah memiliki warna yang lebih buram atau pucat.

Ada juga warna putih kemerahjamburan, terang, dan cokelat gelap pada bagian bawah ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah.

Warna dan corak ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah tersebut membuatnya tersembunyi saat berada di antara daun-daun kering atau sampah.

Kalau kita masih ragu apakah ular yang kita lihat di dalam atau sekitar rumah adalah ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah, coba amati kepalanya dari jauh.

Jika ular yang ditemui punya moncong yang runcing dan kepala berbentuk segitiga, bisa dipastikan ular ini adalah ular tanah.

Baca juga: 7 Tanaman yang Ditakuti Ular, Wajib Ditanam di Pekarangan Rumah

Baca juga: Buruh Bangunan di Sukabumi Lolos dari Ular Sanca Batik 3 Meter, Nyaris Dimangsa Saat Perbaiki Toilet

Bisa ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah

Kita sebaiknya tidak bermain-main dengan ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah lantaran ular ini punya gigitan yang menyakitkan.

Tidak berhenti sampai di situ, bisa yang diakibatkan oleh ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah bisa menimbulkan bengkak.

Terkadang pula, gigitan ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah dapat menyebabkan gangrene maupun nekrosis.

Perlu diketahui bahwa gangrene merupakan jaringan tubuh yang mati karena tidak mendapat cukup aliran darah.

Sedangkan nekrosis adalah jaringan hidup dan sel-sel yang mengalami kematian dini karena cedera pada sel.

Selain itu, akibat dari gigitan ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah bisa menimbulkan kerusakan atau disfungsi anggota badan korbannya.

Kondisi tersebut memungkinkan langkah medis lanjutan, seperti amputasi, mengingat belum ada serum antibisa untuk menangani ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah.

Habitat ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah

Keberadaan ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah di dalam atau sekitaran rumah tidak bisa dilepaskan dari habitat asli hewan melata ini.

Ular tanah biasanya menghuni semak-semak, lahan pertanian dengan kondisi tidak terurus dan lembap, maupun hutan belukar.

Tidak menutup kemungkinan juga ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah menjadikan pemukiman sebagai tempat tinggalnya.

Ular dengan genus Calloselasma itu biasanya bersikap pasif dengan melingkar di atas tanah sembari menunggu mangsanya lewat.

Warna kecokelatan dan pola khas pada tubuhnya membuat ular tanah jago berkamuflase sehingga tidak mudah diketahui keberadaannya.

Baca juga: Pencari Katak di Blitar Tewas Dililit Ular Sanca, di Dada Korban Ada Bekas Gigitan

Baca juga: Benarkah Ular Takut Garam? Ini Jawaban Ahli

Karena alasan itulah kita perlu waspada dengan ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah agar tidak mendekati apalagi menginjaknya.

Dilansir dari kompas.com, ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah yang agresif bisa saja menyerang secara cepat apabila hewan melata ini merasa terusik.

Di sisi lain, ketika merasa ada ancaman, ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah dapat membentuk lehernya menjadi layaknya huruf S sembari memipihkan tubuhnya.

Apabila ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah sudah dalam posisi seperti itu, kita sebaiknya segera mundur dan jangan mencoba untuk melumpuhkannya.

Segera hubungi pemadam kebakaran sambil jauhkan anggota keluarga dan hewan peliharaan dari ular-tanah' title=' ular tanah'> ular tanah.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved