Kamis, 23 April 2026

WAWANCARA EKSKLUSIF

Nagoya Thamrin Fashion Week dan Efeknya Buat Batam

Tribun Podcast edisi Kamis (18/8/2022) membahas Nagiya Thamrin Fashion Week yang viral hingga efek dominonya buat Batam.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id
Tribun Podcast Kamis (18/8/2022) membahas efek domino dari Nagoya Thamrin Fashion Week yang viral baru-baru ini. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyelenggaraan Nagoya Thamrin Fashion Week di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (13/8/2022) sukses menyita perhatian.

Terinspirasi dari Citayam Fashion Week yang viral, event ini diharapkan mampu menggerakkan semua sektor, khususnya pariwisata yang sempat terdampak akibat pandemi covid-19.

Apa efek dari Nagoya Thamrin Fashion Week itu?

TribunBatam.id mengulas dampak dari penyelenggaraan Nagoya Thamrin Fashion Week.

Melalui Tribun Podcast yang dipandu oleh host Thom Limahekin dengan Ketua DPD Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI) Provinsi Kepri, Silvia Hilda, Kamis (18/8/2022).

Berikut petikan wawancara eksklusifnya:

Keterangan; TB (Tribun Batam), SH (Ketua AKARI).

Baca juga: Nagoya Thamrin Fashion Week Pukau Warga Batam, Jadi Magnet Baru Pariwisata

TB: Berapa intansi atau stekholder yang terlibat dalam kegiatan Nagoya Thamrin Fashion Week ini?

SH: Awalnya ada 30-an karena kami minta setiap satu intansi atau organisasi atau panguyuban mengiriman 10 orang untuk satu tim.

Karena yang di ajak ini para perusahaan yang ingin memperkenalkan bahwa Batam merupakan kota Industri manufakturing dan pariwisata.

Jadi waktu itu menunjukan busana atau baju di perusahaan mereka masing-masing.

TB: Jadi setiap intansi mengiriman anggota, dan mengenai konsep atau ide semuanya dari ibu?

SH: Kalau ide mereka jadi kreatif, kami hanya memberikan contohnya saja.

TB: Ide dan kreatifitas kas Batamnya jadi muncul ya?

SH: Iya. Karena Kota Batam ini dikenal dengan kota industrinya.

Jadi para perusahaan misalnya Welder jadi mereka kreatif membawa alat las mereka sehingga menjadi unik.

Baca juga: Nagoya Thamrin Fashion Week Sukses, 1.000 Pengusaha Siap Bersatu Bangkitkan Wisata Batam

Jadi untuk memperkenalkan ke wisatawan domestik maupun mancanegara itu memperkenalkan Batam, kota industri sehingga menarik untuk wisatawan mancanegara (wisman) untuk berinvestasi.

TB: Waktu itu kegiatannya sangat mewah meskipun persiapan hanya hitungan hari, bagaimana terkait hal ini ?

SH: Waktu itu tanpa gladi resik. Saya sempat jantungan juga dengan venue yang diadakan mendadak tetapi saya lihat semangat luar biasa.

TB: Bagaimana antusias perserta saat di lapangan waktu itu?

SH: Luar biasa, iklan hanya sebentar hanya iklan antar asosiasi yang di medsos.

Tapi memang terlihat persiapan yang hanya satu atau dua hari itu membuat booming.

Saya berpikir kalau promonya lebih di giatkan lagi hingga dijadikan agenda rutin pasti akan meningkat lagi.

Ini semua juga karna kekompakan asosiasi, dan kerinduan dengan event yang seru.

Yang perlu dipahami, masyarakat sekarang ini tidak hanya menjadi penonton, semua mau jadi model tanpa syarat khusus.

Baca juga: VIRAL Camat di Sumbar Kena Mutasi Gegara Konten ala Citayam Fashion Week

Ini sebenarnya sudah ada di asosiasi karnaval Indonesia dengan kostum yang membahana serta adanya medsos semua pengen tampil cantik dan unik.

Untuk itu dibuatlah karnaval yang telah mendanai masing-masing, ini yang ada di fashion week tapi bukan dengan kostum yang membahana atau fashion yang simpel sehingga di persiapkan dalam jangka pendek juga bisa.

TB: Berbicara tentang efek domino, ibu sebagai salah satu inspirator dalam event ini melihatnya seperti apa?

SH: Kalau berbicara tentang efek domino sebuah event itu bukan hanya di acara Nayoga fashion week.

Tapi hampir semua event yang mendatangkan masa pemain serta penonton pasti efek dominonya banyak.

Kalau efek domino yang mempromosikan Batam untuk industri pariwisata sudah saya sampaikan di awal untuk wisnus maupun wisman kita berbicara pada UMKM yang otomatis akan bergerak.

TB: Apakah di masa pandemi ini, baru kali ini ibu menggelar event fashion yang besar atau sebelum pandemi sudah ada event seperti ini?

SH: Kalau fashion shownya ya memang baru kali ini. Tapi kalau ngomong event sudah ada di event pasar jadul atau tempo dulu.

TB: Selama ini ibu berkecimpung di dunia ini kapan?

SH: Saya sekarang umurnya udah setengah abad, kalau berkecimpung di dunia fashion itu dari kecil atau saat TK.

Baca juga: Baim Wong Diam-diam Siapkan Hadiah Rp 100 Juta untuk Remaja Citayam Fashion Week

TB: Apa yang menarik dalam dunia fashion ini, hingga saat ini masih menggeluti profesi ini?

SH: Hobi dan panggilan jiwa. Ya karena memang hobi jadi menjalankannya ya seneng aja bahkan menjadi rezeki. Dari Hobi menjadi Rezeki.

TB: Melihat potensi ini, apa harapan kedepan untuk pemerintah dan stekholder terkait?

SH: Kalau harapan saya dukungan sepenuhnya bukan hanya pemerintah mudah dalam perizinkan, dalam publikasi, syukur juga kalau dari penganggaran.

Kadang kita orang swasta banyak ide tetapi yang tidak kita miliki yakni anggaran.

Kemudian dari pemerintah Batam memang sudah mendukung, lebih baik lagi mendukung semua kegiatan temen-temen yang dianggap bagus dan berkualitas sehingga bisa menjadi kegiatan rutin.

Karena rencananya akan digelar secara bergantian di kecamatan yang lain, dengan persiapan yang lebih lama.

Orang kalau mau kesini pastinya ada syarat-syarat yang memenuhi, pertama atraksi, kedua amenity, ketiga aksesbility.

TB: Setelah ini, ibu ada ide apa lagi selain yang akan di gelar per kecamatan tadi atau akan ada mengundang wisnus atau wisman?

SH: Ini merupakan impian kami. Memang dari Filipina, Cina itu mereka sangat menunggu event bergensi seperti Batam Internasional Center kemarin.

Mari kita bersama-sama memajukan Batam ini melalui destinasi pariwisata yang kita punya.

TB: Closing statment yang dapat diberikan dari Ibu sebagai DPD AKARI?

SH: Intinya mari kita semua warga Batam dan seluruhnya dari stakeholder, pemerintah, Dewan berkerja bersama agar Kota Batam lebih di kenal seluruh masyarakat dunia terutama Asia Tenggara.

Bagaimana kita bisa merebut seperti Bali menyumbang terbesar satu di Indonesia kita gantikan yuk.

Berikan atraksi yang baik, termasuk pemerintah dibantu untuk dipermudah administrasinya, kepada media mohon dibantu promosinya. (TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved