Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Warga Tanjungpinang Cemas Banjir saat Hujan, Dinas PUPR Normalisasi Drainase

Warga Tanjungpinang cemas terjadi banjir saat hujan karena drainase tersumbat lumpur. Dinas PUPR mengklaim telah mengatasi masalah ini.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Banjir di Tanjungpinang - Warga membersihkan air yang masuk kerumahnya, Mingggu (10/1/2021). Warga perumahan di Tanjungpinang cemas daerah mereka banjir saat hujan karena drainase yang tersumbat lumpur. Dinas PUPR mengklaim telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasinya. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Warga Perumahan Taman Harapan Indah, Kilometer 9, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai cemas terjadi banjir saat hujan.

Warga Tanjungpinang di sana khawatir, genangan lumpur merah yang memenuhi jalan perumahan, berdampak pada banjir saat hujan tiba.

Lumpur yang mengancam terjadinya banjir di perumahan warga Tanjungpinang itu, menurut warga berada di belakang salah satu kantor bank terbesar di ibu kota Provinsi Kepri itu.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tanjungpinang mengklaim telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi terjadinya banjir di kawasan itu.

Salah satunya melakukan normalisasi drainase yang sebelumnya tersumbat.

Baca juga: Banjir Rendam Rumah Warga dan Bangunan Sekolah di Kampung Putus Daik Lingga

"Sudah kami normalisasi, khususnya pada drainase yang tersumbet," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Tanjungpinang, Muhammad Irfan, Sabtu (20/8/2022).

Dinas PUPR Tanjungpinang menyebut telah memasang bronjong di bukit belakang perumahan tersebut.

Bronjong nantinya berfungsi untuk menahan lumpur, sehingga air yang masuk dalam drainase sudah berkurang kadar lumpurnya.

"Selesai dari pembersihan (normalisasi drainase) ini langsung kita gerakkan pemasangan bronjong, perkiraan saya besok atau lusa sudah selesai,” katanya.

Ia menjelaskan, perencanaan penanggulangan banjir di kawasan perumahan tersebut telah disusun oleh Bidang Sumber Daya Air PUPR Tanjungpinang sejak 2018 lalu.

Baca juga: Rawan Banjir Tiap Hujan, Warga Keluhkan Proyek Batu Miring di Gunung Lengkuas Bintan

Untuk penanganan yang direncakan ini menelan anggaran Rp 1,7 miliar, salah satunya digunakan untuk memperlebar drainase.

Realisasi tersebut baru akan diusulkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.

"Tapi tentu ini kembali pada kekuatan anggaran. Sama-sama tahu kekuatan anggaran kita sangat terbatas. Semoga usulan kita ini dapat disetujui dan dianggarkan di APBD 2023,” tukasnya.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved