Breaking News:

NATUNA TERKINI

KECELAKAAN LAUT DI ANAMBAS, Seorang Nelayan Hilang, Diduga Ditabrak Tanker

Seorang nelayan di Anambas hilang setelah kapal yang ditumpanginya mengalami kecelakaan yakni diduga tertabrak kapal tanker di Perairan Letung.

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Muhammad Ilham
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna saat dikonfirmasi di Kantornya, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Minggu (21/8/2022). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna melaksanakan operasi SAR di wilayah Perairan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (21/8/2022).

Kepala KPP Natuna, Mexianus Bekabel mengatakan, operasi SAR dilakukan terhadap seorang nelayan asal Letung, bernama Gusti Alis (61).

"Iya betul, kami tengah melakukan operasi SAR terhadap seorang nelayan Anambas yang hilang akibat kecelakaan laut di Perairan Letung, Anambas," kata Mexi kepada Tribunbatam.id, di Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Minggu (21/8/2022).

Ia menjelaskan kronologis kejadian tersebut.

Pihak KPP mendapat kabar sekitar pukul 10.55 WIB, Minggu 21 Agustus 2022 bahwa ada sebuah kapal nelayan yang mengalami kecelakaan laut.

Di dalam kapal nelayan itu terdapat dua orang nelayan, masing-masing bernama Gusti Alis (61) dan Mukhtar (50).

"Kedua nelayan itu tengah mancing atau mencari ikan di Perairan Letung. Sekitar pukul 01.00 WIB, kapal yang digunakan nelayan itu diduga ditabrak sebuah kapal tanker, akhirnya seorang korban bernama Gusti Alis dinyatakan hilang dan saat ini masih dilakukan pencarian," jelasnya.

Baca juga: 13.021 Pengangguran Berburu Kerja di Batam Sejak Januari 2022

Untuk operasi SAR sendiri, KPP atau Basarnas Natuna mengerahkan satu unit RIB dari Posar Anambas yang berkapasitas 500 PK, dan dibantu Unit Siaga SAR Leung bersama, Pos AL, BPBD dan himpunan nelayan setempat.

"Tadi tim bergerak menuju Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) sekitar pukul 12.55 WIB dab langsung melakukan pencarian terhadap korban," terang Mesxi.

Mexi melanjutkan, lokasi kejadian merupakan jalur Alki 1 yang sering dilalui kapal dengan Groston besar. Sehingga ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menangkap ikan di laut.

"Jalur merupakan jalur Alki 1, dimana kapal-kapal besar sering lewat, sehingga sangat berbahaya jika ada kapal nelayan yang melakukan penangkapan ikan di sana," katanya.

Selain itu, Mexi juga berharap agar korban segera ditemukan.

"Semoga korban segera ditemukan dan selamat," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Muhammad Ilham)

 

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved