Senin, 4 Mei 2026

LINGGA TERKINI

Komunitas Tuana Lingga Kenalkan Budaya Melayu Lewat Pawai Pembangunan HUT RI

Komunitas Tuah Anta Permana Lingga menampilkan berbagai jenis budaya Melayu saat pawai pembangunan HUT ke-77 RI. Termasuk tanjak hingga talam sehidang

Tayang:
Penulis: Febriyuanda |
TRIBUNBATAM.id/FEBRIYUANDA
Komunitas Tuah Anta Permana tampilkan budaya Melayu di pawai pembangunan HUT RI di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Sabtu (20/8/2/22) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Pawai pembangunan digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun atau HUT ke-77 Republik Indonesia di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (20/8/2022).

Menariknya, saat pawai tersebut, para peserta menampilkan alat peraga yang unik sehingga memikat perhatian masyarakat Lingga yang memenuhi sudut-sudut perkotaan Dabo Singkep untuk menyaksikan pawai tersebut.

Salah satunya peserta pawai adalah datang dari Komunitas Tuah Anta Permana (Tuana).

Komunitas ini memang dikenal sebagai sekumpulan orang yang mencintai budaya Melayu di Kabupaten Lingga.

Mereka ingin melestarikan budaya Melayu, agar dikenal orang banyak.

"Dalam pawai pembangunan tadi, kami ambil tema lestari warisan Melayu, tegas berbudaya, gaungkan jati diri," kata Ketua Tuana, Desgi Prayoga kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (22/8/2022)

Baca juga: INFO Cuaca Batam Selasa 23 Agustus 2022 Diperkirakan Berawan hingga Hujan Ringan

Dalam pawai tersebut, tampak anggota memakai busana melayu yang khas, sambil memadukan rentak langkah tarian.

Juga ditampilkan tanjak warisan Riau-Lingga.

"Alat peraga tanjak yang besar  bernama Bugis Tak Balek. Pernah dipakai oleh Pahlawan Nasional Kabupaten Lingga yaitu Sultan Mahmud Riayat Syah. Dan wilayah penggunaannya di Riau Lingga dan Johor Pahang," jelas pria yang kerap disapa Yoga ini.

Dalam perjalanan pawai, diikuti sekelompok pria berbusana lengkap yang menggunakan Tanjak warisan Melayu, hasil sejarah yang saling berkaitan dalam perjalanan tahta kerajaan Melayu.

Yoga menerangkan, itu merupakan tanda bahwa bangsa Melayu adalah bangsa yang besar.

"Filosofi tanjak atau tanah yang dipijak tidak bisa dipandang remeh, karna dalam penggunaan dan makna nilainya penuh dengan arti dan rahasia hakikatnya sendiri," tuturnya.

Selain itu tampak sekumpulan perempuan yang menggunakan busana tudung lingkop.

Yang merupakan busana perempuan, saat berkegiatan hendak melakukan perjalanan, dan berfungsi sebagai pelindung dari teriknya panas serta menjaga pandangan dari kaum pria yang melihatnya.

Selain tanjak warisan, mereka juga memperkenalkan konsep adat pengantin Melayu.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved