Breaking News:

BATAM TERKINI

Seorang Pengungsi Afghanistan di Batam Alami Kekerasan saat Demo di Kantor Wali Kota

Pengungsi Afghanistan di Batam mendatangi Mapolresta Barelang untuk melaporkan kasus tindak kekerasan yang dialami seorang rekan mereka..

Penulis: Eko Setiawan | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Eko Setiawan
Seorang pengungsi Afghanistan di Batam bernama Muhammad Naim (23) ditemani rekannya melapor ke Polresta Barelang atas tindak kekerasan yang dialaminya, Selasa (23/8/2022).. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah pengungsi Afghanistan di Batam mendatangi Polresta Barelang terkait tindak kekerasan yang dialami oleh seorang rekannya, Selasa (23/4/2022) siang.

Tindak kekerasan tersebut terjadi di depan kantor Wali Kota Batam. Diketahui, dalam kasus ini seorang pria mengalami luka di bagian wajahnya.

Sesampainya di depan Polresta Barelang, sempat terjadi adu argumen antara imigran yang datang dengan anggota Satintelkam Polresta Barelang.

Polisi terpaksa menutup pagar agar mereka tidak berbondong-bondong masuk ke kawasan kantor Polresta Barelang.

"Boleh bikin laporan, tapi jangan semuanya masuk ke dalam. Ayo perwakilan saja yang masuk," sebut seorang anggota Intelkam.

Setelah melakukan diskusi, akhirnya mereka mau mengikuti arahan polisi. Dua orang perwakilan kemudian masuk ke dalam dan pagar kembali dibuka.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri mengatakan, silahkan saja membuat laporan ke Polresta Barelang bagi pihak yang merasa dirugikan.

Baca juga: TAK Tahan Lagi di Indonesia, Pengungsi Afghanistan di Batam Kembali Demo, Minta Segera Pindah

"Silahkan saja buat laporannya, kita akan proses," tegas Nugroho.


Sementara itu korban yang bernama Muhammad Naim bin Ibrahim (23) mengatakan, kalau dirinya menjadi korban pemukulan saat hendak melerai perkelahian antara temannya dan seorang oknum warga yang datang untuk membubarkan mereka.

Tetapi malah dirinya yang menjadi korban pemukulan.

"Awalnya saya hanya melerai perkelahian saja," tegasnya.

Mereka menggelar aksi di depan kantor Wali Kota Batam untuk menuntut segera dikirimkan ke negara ke tiga.

Pasalnya mereka sudah delapan tahun berada di Kepri dan tidak ada kejelasan keberangkatan ke negara ke tiga. Tuntutan tersebut dilayangkan ke IOM dan UNHCR.. (tribunbatam.id/Eko Setiawan)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved