Breaking News:

BATAM TERKINI

Kasus Masuk Pengadilan Batam, Korban Arisan Bodong Serly Wahyuni Ingin Uang Kembali

Kasus arisan bodong milik Serly Wahyuni mulai masuk meja hijau di Pengadilan Batam. Para korban berharap uang mereka bisa kembali.

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto saat berbincang dengan tersangka kasus penipuan modus investasi, Sherly Wahyuni dalam konferensi pers di Polresta Barelang, Kamis (9/6/2022). Kasus arisan bodong milik Serly Wahyuni mulai masuk meja hijau di Pengadilan Batam. Para korban berharap uang mereka bisa kembali. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus arisan dan investasi bodong milik Serly Wahyuni memasuki babak baru.

Kabar terbaru, kasus tersebut sudah masuk ke meja hijau alias pengadilan.

Kejaksaan Negeri Batam sendiri sudah melimpahkan berkas perkara milik Serly Wahyuni sejak tanggal 8 Agustus 2022 lalu.

Bahkan, penetapan sidang perdana dari Pengadilan Negeri Batam pun sudah terbit yakni tanggal 16 Agustus 2022.

Merespons ini, korban arisan dan investasi bodong @arisanbyserly pun mengaku lega.

Salah satu korban, Sri, mengaku bahwa sejak Serly berstatus tersangka, dirinya sudah tak mendapat informasi lanjutan ihwal perkara tersebut.

"Kami memang tak dapat kabar mengenai perkembangan kasus. Tapi, mendengar sudah di sidang, lega juga. Proses hukum tetap berjalan," ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id, Minggu (28/8/2022).

Sri sendiri berharap, kasus arisan dan investasi bodong Serly bisa diusut tuntas.

Baca juga: Bank Indonesia Kepri Serahkan 1.000 Paket Bibit Cabai dan Pupuk ke PKK Nongsa

Termasuk pihak-pihak yang ikut membantunya dalam menggaet peserta arisan.

"Usut rekeningnya itu. Masa uang korban yang Rp 10 miliar bisa habis begitu saja. Minimal uang korban bisa dikembalikan 50 atau 30 persen," tambahnya.

Dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Batam, perbuatan Serly diancam pidana dalam Pasal 378 KUH Pidana juncto Pasal 64 Ayat(1) KUH Pidana sebagaimana yang termaktub dalam dakwaan kesatu terhadapnya.

Perbuatan Serly juga diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUH Pidana juncto Pasal 64 Ayat(1) KUH Pidana sebagaimana yang termaktub dalam dakwaan kedua.

Klasifikasi perkara arisan bodong milik Serly sendiri adalah penipuan dengan nomor perkara 440/Pid.B/2022/PN Btm. ( TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah)
 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved