Breaking News:

PERBANKAN

Biaya Transfer Antarbank Cuma Rp 2.500, Kini 77 Bank Tergabung BI Fast

Jumlah Bank yang menjadi peserta BI-Fast kini ada 77 Bank menyusul adanya tambahan 25 Bank yang memutuskan untuk bergabung.

Kompas.com
Aplikasi Livin' by Mandiri yang dilengkapi dengan fitur BI Fast dapat dengan mudah diakses dari smartphone. Kini sudah 77 Bank yang tergabung dalam peserta BI Fast. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah peserta BI-FAST kini bertambah 25 bank, pada gelombang keempat.

Dengan adanya penambahan tersebut, maka total bank yang menjadi peserta BI-FAST hingga kini mencapai 77 bank, dan mewakili 85 persen dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional.

Kelebihan BI-Fast ini satu di antaranya adalah biaya transfer antarbank yang hanya Rp 2.500 atau lebih murah dibandingkan yang tidak tergabung yakni Rp 6.500.

"Hal ini merupakan komitmen Bank Indonesia (BI) dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui perluasan peserta fast payment BI, yaitu BI-FAST," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, Senin (29/8/2022).

BI-FAST adalah infrastruktur sistem pembayaran yang disediakan BI yang dapat diakses melalui aplikasi dari pelaku industri sistem pembayaran untuk memfasilitasi transaksi pembayaran ritel bagi masyarakat.

Implementasi BI-FAST oleh peserta kepada nasabah akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan strategi dan rencana peserta dalam mempersiapkan kanal pembayaran bagi nasabahnya masing-masing.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Pasar Mega Legenda Batam Mulai Turun, Sepapan Rp 53 Ribu

Pada gelombang ke-4 ini, BI telah menambah layanan kebanksentralan melalui BI-FAST untuk mendukung tugas BI di bidang moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah.

"Dengan semakin luasnya kepesertaan BI-FAST, diharapkan kebutuhan masyarakat dan stakeholder BI akan layanan sistem pembayaran ritel yang cepat, murah, mudah, aman dan andal, dapat terpenuhi," jelas Erwin.

Layanan BI-FAST, secara bertahap, akan diperluas mencakup layanan bulk credit, direct credit, serta request for payment.

Ke depannya, BI juga akan mengembangkan cross border retail payment.

Dalam hal ini, BI mengharapkan dukungan serta partisipasi seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk dapat memanfaatkan layanan BI-FAST, yang akan menjadi tulang punggung (backbone) infrastruktur sistem pembayaran ritel di masa depan.

Pihaknya akan terus memperkuat sinergi kebijakan dan implementasi BI-FAST dengan pelaku industri, dalam rangka mengintegrasikan Ekonomi Keuangan Digital (EKD) Nasional.

Dengan adanya BI-FAST, diharapkan pelaku industri dapat terus berinovasi dengan mengoptimalkan nilai tambah, yang berorientasi ada konsumen, untuk meningkatkan inklusi ekonomi dan keuangan, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi melalui efisiensi transaksi. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved