Kamis, 30 April 2026

BATAM TERKINI

Harga Telur Ayam di Pasar Mega Legenda Batam Mulai Turun, Sepapan Rp 53 Ribu

Harga telur ayam di Batam perlahan mulai turun. Dari yang awalnya dijual seharga Rp 55.000 per papan kini menjadi Rp 53.000 per papan.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Harga telur ayam yang sempat meroket naik kini turun. Sebelumnya dijual dengan harga Rp 55 ribu per papan, sejak Minggu (28/8/2022) telah dijual Rp 53 ribu per papan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Harga telur ayam yang sempat meroket naik, kini turun. Sebelumnya, telur dijual dengan harga Rp 55 ribu per papan.

Namun, sejak Minggu (28/8/2022) telur ayam dijual seharga Rp 53 ribu per papan.

"Sudah dua hari ini turun Rp 2.000 per papannya," ujar Seorang Pedagang Telur di Pasar Mega Legenda Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Yasin, Senin (29/8/2022).

Diakuinya beberapa waktu yang lalu telur sempat dijual dengan harga Rp 58 ribu per papannya. Sehingga banyak konsumen yang mengurangi pembeliannya.

"Kadang uang mereka mggak cukup lagi kan. Kalau beli telur ini kan keseringan belanja paling terakhir sekalian pulang karena tak mungkin dibawa-bawa belanja lain lagi rentan pecah. Biasanya mereka beli sepapan, karena uangnya tak cukup jadi beli setengah papan," kata Yasin.

Harga telur yang meningkat ini tak berpengaruh dengan stok yang ada di Batam. Bahkan stok telur ayam juga tidak langka.

Baca juga: WISATA ALAM BATAM, Lepas Penat dari Kehidupan Kota di Hutan Mangrove Pandang tak Jemu

"Telur kita asalnya dari Medan. Dan stoknya aman-aman saja. Setahu saya kenaikan tinggi ini karena harga pakan ayam yang mengalami kenaikan cukup tinggi," katanya.

Ia menambahkan, kendati harga telur sudah Rp 53 ribu per papan, harga ini masih dikategorikan cukup mahal.

Lantaran setahun yang lalu harga telur masih diangka Rp 40 ribuan per papan.

"Saya berharap juga pemerintah bisa menstabilkan harga telur ayam ini. Sehingga penjualan tak mengalami penurunan lagi. Kami pedagang sih harapannya itu aja," ujar Yasin.

Terpisah, Pedagang Telur Gulung di Legenda Malaka, Amin mengaku mengeluhkan kenaikan harga telur.

Modal yang dikeluarkan setiap harinya untuk membeli telur harus bertambah.

"Syukurlah kalau sudah mulai turun," katanya.

Diakuinya satu tusuk telur gulung dijual Rp 1.000 kepada anak sekolah.

Sejak telur naik harga, Amin tidak juga menaikkan harga telur gulungnya.

"Sasaran kita anak sekolah kasihan juga kalau harus saya naikkan. Jadi besarnya saja yang saya kurangi," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved