Breaking News:

Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin Tolak Kenaikan Harga Pertalite

Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin menolak kenaikan harga BBM khususnya Pertalite. Menurutnya ekonomi masyarakat belum pulih dampak covid-19

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Ketua Komisi II DRPD Provinsi Kepri Wahyu Wahyudin SE. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau ( Kepri), Wahyu Wahyudin menolak wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000.

Menurutnya, jika harga BBM dan LPG dinaikkan maka akan menyusahkan masyarakat.Apalagi, harga kebutuhan pokok masyarakat masih mahal dan bisa memicu kenaikan inflasi.

Di bulan Juni, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kepri mengalami inflasi 0,84 persen meningkat dari Mei. Jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, Kepri mengalami inflasi 5,89 persen.

“Saya menolak kenaikan harga BBM dan LPG, di tengah naiknya harga barang-barang pokok masyarakat. Daya beli masyarakat belum pulih pasca Covid-19. Ini akan memberatkan mereka,” sebut Wahyu, Rabu (31/8/2022).

Dikatakannya, kenaikan harga migas dunia belum dapat menjadi alasan pemerintah menaikkan harga BBM dan LPG non subsidi.

Ia khawatir, akan ada migrasi pelanggan Pertamax Turbo ke Pertamax dan LPG non subsidi ke subsidi, sehingga perlu penghitungan cermat dalam menaikkan harga BBM dan LPG non subsidi.

Baca juga: HARGA Pertalite di SPBU di Batam Jelang Rencana Kenaikan Harga

"Kemungkinan migrasi pelanggan akan terjadi, ujung-ujungnya kuota LPG subsidi yang tergerus," katanya.

Politisi PKS itu pun meminta pemerintah memastikan aksesibilitas UMKM mendapatkan BBM dan LPG subsidi agar tidak terdampak kenaikan harga BBM dan LPG non subsidi.

Untuk itu, Pemerintah harus menjamin aksesibilitas UMKM untuk mendapatkan BBM dan LPG subsidi. Alur distribusinya diawasi betul-betul.

Sementara itu, Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman meminta masyarakat tidak khawatir karena hingga saat ini belum ada kenaikan harga Pertalite, Solar, dan LPG 3 Kg.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, untuk produk Pertalite, Solar dan LPG 3 Kg belum ada kenaikan harga," katanya.

Untuk Kepri, Pertamax Turbo naik menjadi Rp 16.900 dari Rp 15.100, Pertamina Dex menjadi Rp 17.200 dari Rp 14.300, dan Dexlite menjadi Rp 15.700 dari Rp 13.550. Untuk LPG non subsidi (Bright Gas) akan disesuaikan sekitar Rp2.000 per Kg.

Penyesuaian ini terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia.

"Saat ini penyesuaian harga kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series. Tapi untuk BBK jenis Pertamax yang merupakan BBM non subsidi harganya tetap, tidak berubah, masih Rp 13.000 di Kepri," ujarnya.

Perlu diketahui, harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 USD/barel, lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022.

Begitu pula dengan LPG, tren harga CPA masih tinggi pada Juli ini mencapai 725 USD/Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA tahun 2021.

"Kita doakan semoga ekonomi makin baik pasca Covid-19 di Indonesia makin membaik," harapnya.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved