DISKOMINFOTIK ANAMBAS
Disnaker Anambas Berupaya Kembangkan Skill Pencari Kerja Tekan Pengangguran
Disnaker Anambas berupaya untuk mengembangkan program skill bagi para pencari kerja (pencaker) untuk menekan jumlah pengangguran.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Kepulauan Anambas per tahun terus menurun.
Penurunan jumlah pencari kerja ini terlihat dari data kartu kuning atau AK 1 yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Anambas.
Kabid Transmigrasi Pelatihan dan Penempatan Kerja (TPPK) Disnaker Anambas, Arnov mengatakan, penurunan angka pencari kerja ini terhitung sejak tahun 2019 hingga tahun 2022.
Rinciannya, sepanjang tahun 2019 jumlah pencaker tercatat cukup banyak dengan angka 413 orang.
Selanjutnya, sepanjang tahun 2020 turun diangka 131 orang. Demikian ditahun 2021 juga terus menurun menjadi 122 orang.
"Untuk tahun 2022 hingga per tanggal 2 September ini, jumlah pencaker yang tercatat dari data AK 1 turun hingga 113 orang," ucapnya kepada TribunBatam.id, Jumat (2/9/2022).
Arnov mengungkapkan, pada dasarnya para pencari kerja di Anambas akan membuat kartu kuning atau AK 1 apabila adanya informasi lowongan kerja yang buka khususnya dari perusahaan.
"Sementara jarang ada yang buat kartu kuning untuk cari kerjaan di luar. Paling kalau dihitung hanya satu sampai dua orang aja," sebutnya.
Menurutnya, adapun faktor penurunan angka pencaker di Anambas disebabkan oleh berbagai hal.
Seperti minimnya lapangan kerja swasta, tingginya biaya hidup hingga terbatasnya jumlah perusahaan yang ada.
Hal itu terbukti dari banyaknya tenaga kerja yang dominan bekerja di kantor pemerintahan setempat sebagai tenaga honorer.
Sementara beberapa lainnya bekerja di perusahaan yang sudah ada.
Dirinya mengakui, dominan para pencari kerja di Anambas berasal dari warga tempatan.
"Pencari kerjanya didominasi dari warga tempatan, kalau pendatang masih tergolong sedikit. Karena, kalau kita pikir-pikir dengan biaya hidup yang tinggi di sini gak sanggup juga mereka," ungkapnya.
Dari pendataan pihaknya, adapun perusahaan besar yang ada di wilayah Anambas yakni Medco E&P Natuna, Star Energy dan Premier Oil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Arnov-soal-skill-pencaker-Anambas.jpg)