KESEHATAN
5 Gejala Kanker Mematikan, Jangan Sepelekan jika Mengalaminya
Kanker dapat dikenali dari gejala-gejalanya dan mengenalnya sejak dini penting dilakukan. Jadi persoalan karena terkadang gejalanya sederhana
TRIBUNBATAM.id - Kanker dapat dikenali dari gejala-gejalanya dan mengenalnya sejak dini penting dilakukan.
Jadi persoalan karena terkadang gejalanya sederhana, sehingga sulit atau tidak sadar seseorang penderitanya.
Kanker merupakan penyakit mematikan yang disebabkan ketidakteraturan perjalanan hormon dan mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas.
Sebagai informasi, setidaknya ada tiga jenis kanker paling banyak membunuh orang di tahun 2020, yaitu kanker paru-paru, kanker kolorektal dan kanker hati.
Berikut ini akan diulas tentang sejumlah gejala kanker mematikan yang patut diwaspadai.
Dilansir dari Eat This Not That, jika terdapat gejalan seperti di bawah ini tak salah mencurigainya sebagai kanker.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini 6 Penyakit yang Terselubung di Balik Perut Buncit
Baca juga: Penyakit Mematikan, Ini Jenis Stroke dan Penyebabnya yang Jangan Disepelekan
1. Berat Badan Turun Tidak Normal
MD Board bersertifikat dalam pengobatan internal dan obesitas, Dr. Natasha Fuksina, menjelaskan mengapa penurunan berat badan tanpa sebab berkorelasi dengan kanker.
"Ketika kanker menyebar dan metastasis tumbuh, sel kanker membutuhkan lebih banyak energi untuk metabolismenya daripada sel normal, oleh karena itu, seseorang membakar lebih banyak kalori dan kehilangan berat badan," kata Fuksina.
Selain itu, kata dia, beban sel kanker dapat menyebabkan mual dan penurunan nafsu makan yang menyebabkan asupan makanan kurang dan memperburuk penurunan berat badan.
Penurunan berat badan dapat dilihat pada sebagian besar kanker, seperti kanker pankreas, usus besar, paru-paru, ovarium, terutama pada stadium lanjut seperti tumor.
2. Depresi
Menurut Fuksina, depresi dapat menyertai diagnosis kanker apa pun.
Ketakutan untuk bertahan hidup, efek samping kemoterapi, penyesuaian aktivitas sehari-hari semuanya berperan dalam perkembangan depresi baik seseorang yang baru didiagnosis atau sedang dirawat karena kanker.
Kanker dengan prognosis yang lebih buruk, seperti kanker pankreas atau ovarium, menyebabkan lebih banyak gejala depresi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kanker-hati-111.jpg)