Rabu, 8 April 2026

BATAM TERKINI

Dideportasi dari Malaysia, 36 PMI Ilegal Minta Bantuan ke Kantor DPRD Batam

36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dideportasi dari Malaysia dan dipulangkan melalui kota Batam. Namun, mereka tak bisa langsung pulang kampung.

TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah
Para PMI Ilegal sedang duduk di depan DPRD Batam. Nasib mereka tak jelas usai dideportasi dari Malaysia. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - 36 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dideportasi dari Malaysia dan dipulangkan melalui kota Batam..

Usai dideportasi, mereka mengaku kesulitan untuk pulang ke kampung halaman.

Alhasil, para PMI ilegal tersebut mencoba untuk mencari solusi ke Kantor DPRD Batam, Jumat (16/9/2022) lalu.

Beberapa di antara mereka terlihat uring-uringan dan gelisah selama berada di halaman Kantor DPRD Batam.

Alasan mereka dideportasi karena diduga melakukan pelanggaran saat berada di Malaysia.

Di mana, para PMI ilegal itu memakai visa wisata untuk bekerja.

"Kami baru dipulangkan dari Malaysia. Tiba di Batam tak tahu arah. Uang tidak punya, bingung pulang ke kampung jadi kami ke sini [DPRD Batam]," ungkap Riki seorang PMI.

Ia bercerita, rombongan PMI ilegal ini dipulangkan melalui Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Internasional Batam Center.

Baca juga: Diduga ODGJ dan Sering Ganggu Warga, Seorang Pria di Batam Diamankan Polisi

Setibanya di Batam, Riki dan kawan-kawan berinisiatif untuk meminta bantuan kepada DPRD Batam guna mencarikan jalan keluar.

"Rata-rata, kami berasal dari luar Kepri. Ada yang dari Aceh, Lombok, dan Jawa," bebernya lagi.

Selama di Malaysia, para PMI ilegal ini bekerja sebagai pekerja bangunan. Sementara, untuk perempuan bekerja sebagai pelayan restoran, asisten rumah tangga, dan penjaga toko.

Senada dengan Riki, Kumbara, PMI Ilegal asal Medan, mengaku telah menjalani masa tahanan selama enam bulan di sana.

Kini, dia pun tak memiliki biaya untuk pulang dari Malaysia ke kampung halaman.

"Ada tawaran dari Imigrasi Malaysia, kalau mau cepat pulang suruh beli tiket sendiri. Karena tak ada uang jadi saya ikut program pemulangan," ujarnya.

Kumbara menuturkan bahwa faktor ekonomi adalah alasan mereka nekat ke Malaysia.

"Di kampung susah. Jadi mau bagaimana," ujar pria yang sudah tiga tahun bekerja di Malaysia tersebut. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved