Breaking News:

BATAM TERKINI

Investasi Asing di Batam Naik 35,7 Persen Selama Triwulan Pertama 2022

Nilai investasi asing di Batam terus mengalami kenaikan. Pada triwulan pertama tahun 2022, investasi asing di Batam naik 35,7 persen.

ISTIMEWA
Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park (KEK NDP), Nongsa, Batam. Nilai investasi asing di Batam terus mengalami kenaikan. Pada triwulan pertama tahun 2022, investasi asing di Batam naik 35,7 persen. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, investasi penanaman modal asing di Batam naik 35,7 persen pada triwulan pertama tahun 2022.

Hal ini tentu menjadi prestasi tersendiri bagi Kota Batam yang saat ini terus menggesa pembangunan infrastruktur yang ada.

Bahkan, Staf Ahli Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Elen Setiadi, menuturkan bahwa letak Batam yang strategis merupakan modal penting bagi masuknya investasi asing selama ini.

"Jadi, memang sejak zaman dahulu, posisi Batam ini sangat strategis. Posisi ini yang dimanfaatkan pemerintah mulai dari menetapkan dia sebagai Otorita Batam, kemudian dikembangkan lagi Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas. Nah, dari situ, industri manufaktur pun mulai masuk. Karena Batam sendiri termasuk daerah yang memiliki daya saing cukup potensial," ujarnya dalam suatu wawancara belum lama ini.

Elen melihat, Batam tidak melulu perihal industri manufaktur saja. Tapi, kondisi Batam saat ini jauh lebih seksi.

Sebab, industri pariwisata dan digital juga sudah mulai menjadi unggulan.

Dengan pembangunan yang terus dipercepat oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, lanjut dia, maka pengembangan industri lain pun ikut terdongkrak.

Baca juga: Liga Batam 2022 Dimulai, 11 Klub Bola Bakal Bersaing Jadi Juara

"Ini perlu didukung. Daya saingnya pun harus sama dengan yang lain. Makanya pemerintah memberi lagi Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Serangan investasi asing masuk, itulah yang kita harapkan. Di atas Free Trade Zone, ada KEK Batam Aero Technic. Lalu ada kawasan digital, KEK Nongsa Digital Park. Ada industri film juga di Batam, melalui Infinite Studios.  Ini dikembangkan bersamaan dengan kerjasama ke Singapura," tambahnya.

Selain itu, Elen mengatakan bahwa pemerintah saat ini juga menempatkan Batam sebagai salah satu data center. Tepatnya di Kawasan Nongsa.

"Ini pun sudah mulai investasinya. Kita berharap, dengan dukungan pemerintah dan Kepala BP Batam yang sekarang merangkap Wali Kota Batam, kondisi ini bisa memberikan daya tarik dan daya saing untuk investasi. Infrastruktur kota pun juga sudah berkembang," ujarnya.

Meski demikian, Elen menjelaskan bahwa Batam sebetulnya tak meninggalkan industri manufaktur sepenuhnya.

Justru, industri tersebut semakin menguat dengan pembangunan yang ada saat ini.

"Belum lagi dengan perusahaan Offshore yang terus maju. Kemudian, SDM Batam juga memiliki kualifikasi internasional. Punya sertifikat dan ada pelatihannya. Tentu dengan kualitas berstandar internasional," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved