Breaking News:

BERITA VIRAL

Plafon Masjid Tanjak Batam Runtuh VIRAL, Kejari Panggil PPK Proyek

Penyidik Kejari Batam masih mengumpulkan bahan dan keterangan terkait kerusakan plafon Masjid Tanjak yang sempat viral di medsos belum lama ini.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Kerusakan plafon Masjid Tanwirun Naja atau yang dikenal dengan Masjid Tanjak Batam yang sempat viral di medsos. Penyidik Kejari Batam telah meminta keterangan PPK proyek itu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Plafon Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak Batam yang runtuh masih menjadi atensi penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Penyidik Kejari Batam telah memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Masjid Tanjak itu.

Masjid Tanjak mulai dibangun sejak tanggal 23 Desember 2020 lalu.

Bangunan masjid ini berdiri di atas lahan seluas 15.797 meter persegi, lantai satu memiliki bangunan seluas 2.094 meter persegi, lantai dua seluas 468 meter persegi, dan dibangun dekat Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Adapun kontraktor yang mengerjakan pembangunan masjid ini adalah PT Nenci Citra Pratama, dengan Konsultan Perencana, Ir. Y Seno Prakoso, MT, dan Konsultan Supervisi oleh PT Narga Saraba Bhumi.

Baca juga: Progres Terkini Pemeliharaan Masjid Tanjak Batam

Kerusakan plafon Masjid Tanjak Batam Kepri sempat viral di medsos
Kerusakan plafon Masjid Tanwirun Naja atau yang dikenal dengan Masjid Tanjak Batam yang sempat viral di medsos. Penyidik Kejari Batam telah meminta keterangan PPK proyek itu.

Baca juga: Plafon Masjid Tanjak Batam Ambrol, Rudi Siap Jika Kasus Masuk Kejaksaan

Penyidik Kejari Batam sebelumnya telah menerima sejumlah laporan terkait dugaan korupsi dalam pembangunan Masjid Tanjak dengan nilai sekitar Rp 39 miliar.

"Minggu kemarin sudah kita panggil [PPK]. Saat ini masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Riki Saputra, saat dikonfirmasi TribunBatam.id, Senin (19/9/2022).

Riki Saputra berjanji akan segera mempublikasikan terkait hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.

"Secepatnya. Kalau pulbaket dan puldata kami sudah rampung," pungkasnya.

Untuk diketahui, pembangunan Masjid Tanjak sendiri memakan biaya yang tak sedikit yakni mencapai Rp 39 miliar menggunakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Kepala Biro (Kabiro) Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut jika pemanggilan hal itu adalah suatu yang waja terjadi.

"Ya, benar (dipanggil)," ujarnya singkat saat dihubungi TRIBUNBATAM.id, Senin (19/9/2022).

Bahkan, Ariastuty menuturkan bahwa pihaknya pun selalu siap untuk dimintai keterangan jika diperlukan.

"Dimintai keterangan adalah proses yang wajar. BP Batam selalu siap," pungkasnya.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved