Minggu, 17 Mei 2026

DISKOMINFO KEPRI

Gubernur Ansar Kukuhkan Dewi Kumalasari sebagai Bunda Literasi Kepri

Dewi Kumalasari dikukuhkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad jadi Bunda Literasi Kepri berdasarkan SK Gubernur Nomor 1088 Tahun 2022

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Biro Admin Pemprov Kepri
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengukuhkan Dewi Kumalasari sebagai Bunda Literasi Kepri Periode 2022-2024 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (27/9/2022) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad resmi mengukuhkan Dewi Kumalasari sebagai Bunda Literasi Kepri periode 2022-2024.

Pengukuhan Bunda Literasi Kepri disaksikan langsung Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (27/9/2022).

Penetapan Bunda Literasi dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepri, bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI.

Dipilihnya Dewi Kumalasari berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 1088 Tahun 2022, tertanggal 9 September 2022.

Gubernur Ansar mengatakan, percepatan peningkatan tingkat literasi untuk masyarakat Kepri merupakan modal utama untuk membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Kita tidak bisa memungkiri lagi pentingnya literasi bagi masyarakat. Dengan tingkat literasi yang tinggi, maka masyarakat mampu berkolaborasi dan mempunyai pikiran yang kreatif dan inovatif untuk memajukan Kepri," kata Ansar.

Baca juga: Hafizha Rahmadhani Istri Plt Bupati Bintan Dikukuhkan Jadi Bunda Literasi

Menurut Gubernur Kepri itu, adanya Bunda Literasi menjadi terobosan impresif yang digagas Perpustakaan Nasional RI.

Dipilihnya seorang sosok ibu merupakan langkah yang tepat, karena dirinya berbendapat ibu adalah sekolah pertama yang dienyam anak-anak pada usia belia.

"Sekarang bunda literasi di Kepri mempunyai tugas yang krusial untuk membuat masyarakat di Kepri semakin akrab dengan literasi. Kita harus bisa membuat Kepri menjadi daerah percontohan literasi untuk tingkat nasional," ujar Gubernur Ansar.

Terlebih, Provinsi Kepri tepatnya Pulau Penyengat adalah tempat lahirnya salah satu karya sastra fenomenal yaitu Gurindam Dua Belas yang diciptakan Raja Ali Haji.

Hal ini menunjukkan budaya literasi sudah mengakar kuat di Kepri sejak beratus-ratus tahun yang lalu.

Sementara itu, Muhammad Syarif Bando mengatakan, literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan tertentu yang dapat diimplementasikan dengan inovasi dan kreativitas untuk memproduksi barang dan jasa yang berkualitas tinggi.

"Kemampuan ini dapat dipakai untuk memenangkan persaingan global, percepatan peningkatan kemampuan literasi sangat penting bagi Indonesia," katanya.

Syarif Bando juga mengapresiasi capaian yang diraih Provinsi Kepri sebagai daerah yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Pulau Sumatera, dan tertinggi ke-4 nasional dengan skor 75.792 dibawah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.

Baca juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Buka PKKMB UNRIKA di Batam dan Beri Kuliah Umum

"Tantangan di Kepri sangat kompleks dengan banyaknya masyarakat yang tersebar di ribuan pulau dan anggaran yang terbatas. Jadi IPM yang sangat tinggi itu adalah prestasi yang luar biasa untuk Kepri," tuturnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved