Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Polres Bintan Periksa Pengusaha Ikan Buntut BBM Solar Nelayan Langka

Langkanya BBM jenis solar untuk nelayan, penyidik Polres Bintan memeriksa pengusaha ikan bagian dari 20 saksi yang diminta keterangannya.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Kasatreskrim Polres Bintan AKP Mohammad Darma Ardiyaniki. Penyidik Polres Bintan memeriksa pengusaha ikan, Akok terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar untuk nelayan. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Dampak langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk nelayan tradisonal menjadi atensi penyidik Satreskrim Polres Bintan.

Mereka memanggil pengusaha ikan, Akok di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan tekait kelangkaan BBM jenis solar untuk nelayan.

Penyidik Polres Bintan memeriksa pengusaha ikan bernama Akok, terkait kasus dugaan penyalahgunaan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar untuk nelayan.

"Total penyidik Polres Bintan sudah memanggil 20 orang untuk diminta keterangannya sebagai saksi," ungkap Kasatreskrim Polres Bintan AKP Mohammad Darma Ardiyaniki belum lama ini.

Kasat Reskrim Polres Bintan ini pun mengungkap jika penyidik sudah menyegel gudang solar milik pengusaha ikan di Kelurahan Kawal tersebut.

Baca juga: Satlantas Polres Bintan Bagikan Sembako ke Pedagang Kaki Lima

Meski audah naik ke tahap penyidikan, penyidik Polres Bintan menyebut jika Akok masih berstatus sebagai saksi.

Pihaknya juga masih mengumpulkan barang bukti terkait hal ini.

Dari data kapal pengusaha ikan ada 30 kapal nelayan yang mendapatkan rekomendasi untuk penyaluran BBM subsidi.

Saat ini tim penyidik sedang melakukan pendalaman penyalahgunaan terhadap kapal yang tidak memiliki rekomendasi.

"Kami juga masih melakukan koordinasi dengan ahli, untuk kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar untuk nelayan tradisional itu," ucapnya.

Baca juga: Polres Bintan Kerahkan 160 Personel saat Tour de Bintan 2022

Nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bintan Timur, Kabupaten Bintan sebelumnya mengeluhkan sulitnya mendapati Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi.

Menurut Ketua HNSI Bintan Timur, Muji Arifin menuturkan, bahwa saat ini BBM jenis solar subsidi sangat sulit didapatkan nelayan kecil di Bintan Timur.

"Hal ini dinilai, karena penyaluran BBM yang tak tepat sasaran. Soalnya masih banyak kapal ukuran 10 GT keatas yang mendapatkan BBM subsidi," terangnya belum lama ini.

Menurutnya, kapal berukuran 10 GT keatas termasuk skala industri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved