PERBANKAN
Bank Indonesia Prediksi Inflasi di Kepri Bakal Berlanjut Oktober 2022
Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) memprediksi tekanan inflasi di Kepri masih berlanjut Oktober 2022.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) memprediksi tekanan inflasi di Kepri masih berlanjut Oktober 2022.
Hanya saja, tingkat inflasinya akan lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Adidoyo Prakoso, mengungkapkan, beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, yakni dampak lanjutan dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), serta kondisi cuaca yang berdampak pada pasokan komoditas sayur-sayuran dan ikan segar.
"Berkenaan dengan hal tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat sinergi dalam upaya pengendalian inflasi," ujar Adidoyo, Rabu (5/10/2022).
Pihaknya juga akan terus mengintensifkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP) Provinsi Kepri yang diluncurkan ada 22 Agustus 2022 lalu.
Gerakan ini berfokus pada peningkatan produksi pangan dengan memanfaatkan perluasan lahan untuk budidaya tanaman pangan.
Selain itu, gerakan ini juga berupaya memperkuat kerjasama antar daerah demi kelancaran distribusi pangan.
Baca juga: PKN Batam Optimis Lolos Verifikasi Faktual Dalam Perhelatan Rakernas di Jakarta
Kemudian, melaksanakan upaya stabilisasi harga pangan melalui operasi pasar di sejumlah pasar wilayah Kepri.
Dalam jangka panjang, TPID akan terus mendorong upaya peningkatan kapasitas produksi lokal melalui penguatan kelembagaan nelayan/petani, perluasan lahan, dan implementasi teknik budidaya yang lebih baik, seperti Program Lipat Ganda dan digital farming.
Pada September 2022, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri secara bulanan mengalami inflasi sebesar 1.06 persen (mtm), lebih tinggi dibanding bulan Agustus 2022 yang justru mengalami deflasi sebesar 0,50% (mtm).
Inflasi ini didorong oleh peningkatan harga kelompok komoditas, utamanya bensin dan biaya masuk akademi/perguruan tinggi sejalan pergantian tahun ajaran baru. Sementara itu, tekanan inflasi kelompok komoditas pangan cenderung berkurang. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0812ilustrasi-inflasi.jpg)