Jumat, 1 Mei 2026

PILPRES 2024

Pendapat Pengamat Soal Pertemuan AHY dan Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono Jadi Cawapres?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor DPP Partai Demokrat.

Tayang:
Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jumat (7/10/2022) pagi. AHY mengaku persahabatan yang terjalin antara dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah berlangsung sejak lama. 

TRIBUNBATAM.id- Simak pendapat pengamat mengenai pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Anies Baswedan kemarin, Jumat (7/10/2022). 

Akankah Agus Harimurti Yudhoyono menjadi Cawapres dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024 nanti?

Pengamat sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis (TPS) Agung Baskoro mengatakan, meski mengandung nuansa positif dari pertemuan tersebut, masih terdapat permasalahan mendasar, yakni berkaitan dengan sosok calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Anies Baswedan di Pemilu 2024z

“Problemnya akhirnya hanya satu, setelah Demokrat bersedia berkoalisi dengan Nasdem dan PKS, Apakah mau menerima AHY sebagai cawapres?,” kata Agung Baskoro saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (7/10/2022).

Ia mengatakan meski NasDem dengan Demokrat dan PKS menjalin hubungan intens, ketiganya masih belum berkoalisi secara resmi.

Menurut dia, belum terbentuknya koalisi ‘Poros Gondangdia’ itu tak lepas dari pembahasan cawapres yang berlangsung alot, sehingga belum mendapatkan titik temu.

“Sampai menjadi Koalisi masih butuh waktu menimbang belum ada titik temu soal siapa cawapres Anies,” ucap Agung.

Baca juga: Tanggapan Pengamat Politik Soal Peluang Agus Harimurti Yudhoyono Dampingi Anies Baswedan di Pilpres

Baca juga: Partai Nasdem Kepri Siap Menangkan Anies Baswedan, Langsung Rapatkan Barisan

“Karena baik Nasdem, Demokrat, dan PKS punya jagoan masing-masing saat sudah sepakat Anies sebagai capres,” ujarnya menambahkan.

Agung pun menyarankan agar ketiga parpol tersebut jangan berlarut-larut dalam menbahas sosok cawapres yang bakal mendampingi Anies. Diperlukan tiga faktor sebagai standar cawapres Anies, yakni elektabilitas, logistik hingga sekuritas.

“Elektabilitas apakah memadai, isi-tas terkait logistik, sekuri-tas.”

“Artinya paket capres-cawapres atau cawapres yang diusung mampu "mengamankan" proses kandidasi pra Pilpres, saat berkampanye, hingga pemilihan digelar,” ucap Agung.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat berpotensi besar mewujudkan terbentuknya ‘Poros Gondangdia’.

Poros Gondangdia mengacu pada lokasi kantor DPP Partai Nasdem di Jalan Gondangdia. Poros ini disebut-sebut bakal diisi oleh gabungan partai politik (parpol) yang di antaranya ialah Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Kemungkinannya (terbentuknya Poros Gondangdia) besar, menimbang Demokrat dan PKS sudah intensif menjalin komunikasi dengan Nasdem,” kata Agung Baskoronsaat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (7/10/2022).

Meski hubungan ketiga parpol tersebut terbilang intens, namun baik NasDem, Demokrat hingga PKS sampai saat ini belum mengumumkan untuk berkoalisi dalam Pemilu 2024 mendatang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved