Selasa, 2 Juni 2026

BATAM TERKINI

Konjen Singapura Bantah Ada Ledakkan Kasus Covid-19 Varian Strain XBB 

Pemerintah Singapura telah membantah ada ledakan kasus covid-19 di negaranya akibat varian XBB. Mereka menyatakan berita itu sebagai berita hoax.

Tayang:
TribunBatam.id via visitsingapore.com
Potret Singapura pada malam hari. Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura yang baru, Gavin Ang membantah Singapura mengalami peningkatan atau ledakan kasus Covid-19 yang diakibatkan jenis XBB. Informasi ini dinilai hoax oleh Pemerintah Singapura. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura yang baru, Gavin Ang membantah Singapura mengalami peningkatan atau ledakan kasus Covid-19 yang diakibatkan jenis XBB. Informasi ini dinilai hoax oleh Pemerintah Singapura.

"Ada desas-desus yang beredar melalui WhatsApp bahwa Singapura mengalami peningkatan yang cepat dan besar dalam kasus penyakit parah dan kematian akibat strain XBB yang beredar. Ini tidak benar," ujar Gavin Ang dalam rilisnya, Kamis (13/10/2022).

Diakuinya The Protection from Online Falsehoods and Manipulation Act 2019, biasa disingkat POFMA telah melakukan tindakan atas berita yang bersifat tidak benar tersebut.

Ia mengakui meskipun ada peningkatan kasus lokal yang didorong oleh XBB, termasuk lonjakan pasca-akhir pekan Selasa ini, namun jumlah kasus parah tetap relatif rendah.

Hal ini dikarenakan ketahanan daya tahan tubuh yang dibangun melalui vaksinasi dan gelombang infeksi sebelumnya. 

"Kami memantau lintasan dengan cermat. Lebih penting lagi, juga tidak ada bukti XBB menyebabkan penyakit yang lebih parah," katanya.

Sejauh ini, lanjut dia, sebagian besar pasien terus melaporkan gejala ringan seperti sakit tenggorokan atau demam ringan.

Terutama jika mereka telah divaksinasi.

Baca juga: MODENA Keluarkan Produk Terbaru Seri Marvel, Kompor Gas BH 1725 Terinspirasi Iron Man

"Per 11 Oktober 2022, kami memiliki 11 kasus ICU dan 50 yang membutuhkan suplementasi oksigen, hanya sedikit lebih tinggi dari tingkat yang diamati dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Gavin menuturkan sebagai perbandingan, pada puncak gelombang Delta dan Omicron sebelumnya, angka-angka ini masing-masing adalah 171 (ICU) dan 308 (suplemen oksigen), dan 54 (ICU) dan 242 (suplemen oksigen).

Peningkatan kasus rawat inap ini sejalan dengan peningkatan kasus secara keseluruhan.

Saat ini ada 490 kasus rawat inap dibandingkan dengan 1.600 di puncak gelombang Delta dan sekitar 800 di puncak gelombang Omicron.

"Namun, Unit Gawat Darurat (IGD) rumah sakit kami terus sangat sibuk, kami mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru ke UGD kecuali mereka mengalami kondisi medis darurat," katanya.

Ia menambahkan pasien yang masuk ke UGD dengan kondisi non-darurat, termasuk anak-anak, akan dialihkan ke klinik perawatan darurat atau klinik perawatan primer lainnya.

Untuk penilaian lebih lanjut, sehingga memprioritaskan sumber daya UGD untuk pasien yang membutuhkan perawatan medis. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved