Senin, 13 April 2026

KEUANGAN

Mengenal Obligasi Ritel ORI 022, Investasi Aman dan Minim Risiko

ORI0 22 merupakan obligasi ritel seri terbaru dari pemerintah dengan masa penawaran yang dimulai sejak 26 September 2022 sampai 20 Oktober 2022.

ISTIMEWA
ORI 022 merupakan obligasi ritel seri terbaru dari pemerintah dengan masa penawaran yang dimulai sejak 26 September 2022 sampai 20 Oktober 2022. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Obligasi menjadi salah satu investasi yang mulai dilirik, terutama bagi kaum muda yang mulai berupaya untuk mendapatkan "Passive Income". 

Tim Analis OCBC NISP, menilai, banyaknya orang yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19 cenderung meningkatkan permintaan atas aset pendapatan tetap seperti obligasi.

Hal ini didorong akibat keinginan untuk tetap mendapatkan penghasilan walaupun tidak bekerja.

Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) merupakan salah satu cara pemerintah untuk mendapatkan dana dari investor, baik individu maupun institusi.

Dana yang didapatkan kemudian akan digunakan untuk pembangunan negara lewat Anggaran Pemerintah Belanja Negara (APBN). 

"Di masa Covid-19 saat ini, pemerintah banyak melelang obligasi pemerintah untuk Program Pemulihan Ekonomi (PEN) yang diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi Indonesia," tulis Tim Analis OCBC NISP dalam siaran persnya, Senin (17/10/2022).

Obligasi Negara yang diterbitkan oleh pemerintah hadir dalam dua mata uang, yakni Rupiah dan US Dollar.

Seluruh Obligasi Negara dengan denominasi US Dollar yang sering disebut dengan INDON, akan memiliki tingkat kupon tetap (fixed rate); yang berarti bahwa perubahan pada suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) Bank Indonesia tidak akan memiliki pengaruh terhadap kupon obligasi INDON.

Di lain sisi, Obligasi Negara dengan denominasi Rupiah memiliki beberapa tipe.

Namun, dua Obligasi Negara dengan kupon tetap yang paling sering diperdagangkan oleh investor di pasar sekunder yakni ORI/SR dan FR.

Walaupun kupon tetap yang diberikan oleh ORI/SR dan FR mengacu pada 7DRRR, namun kupon sendiri tidak akan berubah hingga obligasi tersebut jatuh tempo.

Maka dari itu, investasi terhadap ORI/SR dan FR akan dapat memberikan "Passive Income" yang atraktif bagi investor, karena imbal hasil (return) yang didapat lebih tinggi dibandingkan suku bunga acuan Bank Indonesia, dan juga karena kupon yang diterima tidak akan berubah selama tenor obligasi tersebut.

Saat ini, ORI0 22 merupakan obligasi ritel seri terbaru dari pemerintah dengan masa penawaran yang dimulai sejak 26 September 2022 sampai 20 Oktober 2022.

Baca juga: CUACA Batam Hari Ini Diperkirakan Cerah Berawan dengan Suhu Tertinggi 29 Derajat

ORI022 memiliki tenor yang relatif pendek yaitu 3 tahun, dan memberikan kupon tetap sebesar 5.95 persen hingga jatuh tempo. 

Berinvestasi ke obligasi ritel juga dinilai menjadi pilihan yang cocok untuk investor yang baru mulai mencoba investasi karena aset ini tergolong ke dalam 'defensive investment', yaitu investasi yang bersifat aman atau minim risiko.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved