Jumat, 24 April 2026

DISKOMINFO KEPRI

Gubernur Kepri Buka Mubes IV LAM Kepulauan Riau di Tanjungpinang

Gubernur Kepri membuka Mubes IV LAM Kepulauan Riau di Tanjungpinang yang ditandai dengan tabuhan kompang dari Aula Wan Seri Beni.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Dok Biro Adpim Pemprov Kepri
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad membuka Musyawarah Besar (Mubes) IV Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri di Aula Wan Seri Beni Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Minggu (30/10/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepri Ansar Ahmad membuka Musyawarah Besar IV Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau atau Mubes IV LAM Kepri.

Tabuhan kompang menandai dibukanya Mubes IV LAM Kepri yang berlokasi di Aula Wan Seri Beni Kantor Gubernur Kepri Ansar Ahmad itu.

Mengambil tema 'Menjulang Adat Menjaga Marwah', Mubes juga menyampaikan pertanggungjawaban Kepengurusan LAM Kepri masa khidmat 2017-2022.

Serta membahas perubahan Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) yang dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad itu.

Kemudian menyusun program kerja masa khidmat 2022-2027, serta pemilihan Ketua Umum dan Pembentukan Kepengurusan LAM Kepri masa khidmat 2022-2027.

Baca juga: Gubernur Kepri Hadiri Tabligh Akbar dan Konser Syiar Islam, Ungkap Harapan untuk Warga Karimun

Mubes sendiri dilaksanakan selama dua hari, mulai 29 Oktober 2022 hingga 30 Oktober 2022.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, musyawarah besar ke empat Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau tahun 2022, secara resmi saya nyatakan dibuka," ucap Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga menyampaikan pengaruh budaya global yang dipicu oleh perkembangan teknologi informasi (TI) dapat menyebabkan menurunnya adat istiadat Melayu.

Sehingga nilai-nilai luhur dalam budaya Melayu semakin tidak dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda.

"Saya berharap dengan dilaksanakannya Mubes ini menghasilkan keputusan-keputusan yang dapat menjadi pemantik dalam penyuksesan penyelenggaraan pembangunan Kepulauan Riau berlandaskan adat dan budaya Melayu. Pemprov Kepri menjawab tantangan ini dengan menancapkannya ke dalam visi dan misi. Dimana kami ingin menyelaraskan penyelenggaraan pemerintahan, kegiatan pembangunan serta aktivitas masyarakatnya dengan berlandaskan nilai-nilai agama, budaya melayu dan tak lupa juga kepada budaya nasional," ucap Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Selanjutnya Gubernur Kepri memaparkan dukungan yang diberikan oleh Pemprov terhadap eksistensi LAM.

Banyak hal yang telah dilakukan oleh Pemprov sebagai bentuk perhatian khusus terhadap LAM Kepri.
Di antaranya, mengesahkan Perda Nomor 1 tahun 2014 tentang Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau.

Baca juga: Bupati Natuna Bersama Walikota Batam dan Wagub Kepri Temui Buruh Pelabuhan Penagi

"Kemudian membangun Gedung LAM Kepri dalam menunjukkan eksistensi LAM, serta mempertegas bahwa Provinsi Kepri sebagai provinsi melayu sehingga menjadikan Gedung LAM sebagai simbol/ ikon yang nantinya dapat menjadi salah satu rujukan dalam pariwisata Kepri," paparnya.

Gubernur Kepri menambahkan, capaian pembangunan Persentase warisan budaya tak benda yang telah ditetapkan terhadap total registrasi meningkat 1,4 persen.

Dimana pada tahun 2021 dengan nilai 15,16 persen, dan mencapai 16,56 persen pada triwulan ke-tiga tahun 2022.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved