Rabu, 6 Mei 2026

Walikota Solo Siap Disanksi Presiden Jokowi Hapus Anggaran Mobil Listrik

Walikota Solo punya alasan belum merealisasikan instruksi Presiden Jokowi, ayahnya soal pengadaan mobil listrik tahun 2023 mendatang.

Tayang:
Tribun Solo
Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka putra Presiden Jokowi. Ia mengungkap alasannya belum merealisasikan instruksi Presiden tentang pengadaan kendaraan atau mobil listrik pada tahun 2023 mendatang. 

SOLO, TRIBUNBATAM.id - Instruksi Presiden Jokowi agar pemerintah daerah mendukung penggunaan mobil listrik belum bisa dipenuhi Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka pada tahun ini.

Menurut Walikota Solo itu, untuk menadakan mobil listrik sesuai Instruksi Presiden Jokowi yang dipertegas lewat Inpres Nomor 7 Tahun 2022 membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka merupakan anak kandung dari Presiden Jokowi.

Gibran pun mengaku siap mendapat sanksi atas kebijakannya itu.

Suami Selvi Ananda ini pun, mengaku siap disanksi lantaran belum mampu atau mengadakan kendaraan listrik meski ada instruksi untuk tahun 2023 mendatang.

"Yang kami hapus, anggaran kendaraan wali kota dan wakil wali kota. Harusnya tahun depan tapi kami hapus," jelas Gibran Rakabuming Raka, Selasa (1/11/2022).

Baca juga: Marahnya Walikota Solo ke Oknum Paspampres Hingga eks Panglima TNI Bereaksi

Gibran menjelaskan pemangkasan ini, melihat kondisi pioritas anggaran untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Dia mengatakan anggaran masih diprioritaskan untuk pembangunan ketimbang membeli mobil listrik.

Dia mengetahui jika instruksi itu langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, untuk saat ini anggaran pembangunan pasar, kelurahan, atau taman cerdas, lebih penting dibanding pengadaan mobil dinas listrik.

"Timbange tuku mobil (daripada beli mobil), nggo bangun pasar wae dan lain-lain (lebih baik membangun pasar saja dan lain-lain)," katanya.

Gibran mengatakan harga mobil listrik tidaklah murah.

Baca juga: Gibran Rakabuming Jawab Tuduhan Beli Ijazah di Luar Negeri, Sebut Beli di Shopee

"Mobil listrik itu larang loh (mahal), sekitar Rp 800 juta dan itu yang paling murah. Jadi mending nggo (mendingan untuk) bangun pasar, taman cerdas, atau yang lainnya. Ya tidak apa-apa. Kami siap disanksi dan yang penting warga dulu. Aku gampang, aku paling terakhir," sebutnya.

Gibran membantah lebih senang memakai mobil BBM dari pada listrik.

Dia mengatakan menggunakan mobil dinas yang ada karena masih bagus dan layak dipakai.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved