Selasa, 21 April 2026

DEMO LAYANAN AIR DI BATAM

Warga Putra Jaya Batam Kesal Selama 14 Tahun Air Tak Pernah Lancar 24 Jam

Warga Perumahan Putra Jaya Tanjung Uncang mendatangi kantor BP Batam untuk mempertanyakan pelayanan air bersih yang sudah 14 tahun tak lancar.

TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Aksi unjuk rasa warga Perumahan Putra Jaya Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau di depan Kantor BP Batam, Senin (7/11/2022). Mereka kecewa karena hingga saat ini air bersih di perumahannya tidak mengalir. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Perumahan Putra Jaya Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau meluapkan kekecewaannya di depan Kantor BP Batam.

Mereka mengaku hingga saat ini air bersih di perumahannya tidak mengalir lancar.

Padahal dari hasil unjuk rasa sebelumnya di Kantor PT Air Batam Hilir di Jalan Engku Puteri Batam Center, PT Air Batam Hilir telah berjanji akan mendistribusikan air menggunakan tangki.

Sayangnya, pendistribusian tersebut hanya 2 hari saja, dan jumlahnya juga tidak mencukupi kebutuhan warga dan harus diminta melalui telepon.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, massa ibu rata-rata tampak menggendong anak-anaknya.

Walaupun di tengah terik matahari yang panas.

Baca juga: BREAKING NEWS, Warga Tanjunguncang Demo Layanan Air ke Kantor BP Batam

Seorang warga Perumahan Putra Jaya Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji, Dosma Manurung menyesalkan pemerintah dalam hal ini, BP Batam tak komitmen dalam penanganan air.

Ia sudah tinggal 14 tahun di Perumahan Putra Jaya, namun air tak pernah mengalir setiap hari.

"Sakit kami pak begadang tiap malam, air keseringan hidupnya malam jam 12 sampai jam 4 pagi itupun nggak merata. Tapi sejak air dikelola PT Moya, air lebih sering mati," sesal Dosma, Selasa (7/11/2022).

Ia mengaku terkadang memang ada pendistribusian air dari mobil tangki. Namun perumah dibatasi hanya 2 ember.

"Untuk mandikan anak saya pun kurang 2 ember," sesalnya.

Dosma mengaku sering ikut demonstrasi, jadi bukan hanya sekali dengan persoalan yang sama.

Ia hanya berharap air di rumahnya bisa mengalir lancar selama 24 jam.

"Dari jaman ATB sampai ke Moya (Pengusaha pengelola air), kami sering demo. Dua hari lancar setelah demo, abis itu mati lagi," ujar ibu 3 orang anak ini.

Hal yang sama diungkapkan Warga Perumahan Putra Jaya, Tomy.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved