Elon Musk Rugi 4 Juta Dollar AS Sehari, Pekerja Twitter di India Kena Imbasnya
Pekerja Twitter di India terkena dampak kebijakan Elon Musk yang mengaku rugi 4 juta Dollar AS sehari. Pekerja yang tersisa tinggal 12 orang.
TRIBUNBATAM.id - Kabar tak enak datang dari Twitter Inc yang baru-baru ini dibeli Elon Musk.
Elon Musk yang dikenal karena menjadi Bos Tesla itu menerapkan kebijakan baru etelah membeli Twitter Inc.
Salah satu kebijakan Elon Musk adalah memangkas pekerja teknik di India.
Twitter di India dilaporkan mempekerjakan pekerja sedikitnya 200 orang.
Dengan aturan yang diterapkan Elon Musk, tepatnya PHK pada pekan lalu menyisakan pekerja tinggal 12 orang seperti diberitakan Bloomberg via Kompas.com.
Baca juga: Gibran Rakabuming Komentari Video ASN Tendang Motor sampai Pengendara Wanita Jatuh, Viral di Twitter
Saat ini Twitter di India tengah menghadapi kebijakan konten yang semakin ketat di bawah pemerintahan Narendra Modi.
Elon Musk berkicau di Twitternya, @elonmusk bahwa pengurangan pegawai Twitter tidak terelakkan lagi.
Karena perusahaan telah mengalami kerugian sebesar 4 juta dollar AS per hari.
Elon Musk mengatakan pegawai yang berhenti akan ditawari pesangon, 50 persen lebih banyak dari yang seharusnya.
“Sayangnya tidak ada pilihan lain, karena perusahaan rugi 4 juta dollar AS per hari. Bagi karyawan yang mengundurkan diri kami menawarkan 3 bulan pesangon dengan nilai 50 persen, atau lebih dari aturan legal yang seharusnya,” ujar Elon Musk.
Banyak pihak menilai, pangsa pasar sosial media tumbuh pesat, salah satunya di India.
Perusahaan teknologi lain, seperti Meta Platforms Inc., dan Google Alphabet Inc menganggap India sebagai mesin pertumbuhan utama yang mengandalkan potensi pengguna internet global.
Baca juga: Twitter Gugat CEO Tesla Elon Musk Gegara Batalnya Akuisisi, Persidangan Dimulai Oktober
Sisi lain, saat ini perusahaan sosial media menghadapi aturan konten yang semakin ketat.
Seorang sumber mengatakan, 70 persen karyawan yang menerima PHK adalah pekerja yang bersinggungan dengan teknik dan produksi.
Sisanya, PHK juga menyasar beberapa posisi seperti tim pemasaran, kebijakan publik dan komunikasi.
Secara global, perusahaan yang berbasis di San Francisco, California telah mengurangi jumlah karyawannya sekitar setengah atau sekitar 3.700 pekerja.
PEKERJA Tesla Bernasib Sama
Tidak hanya pekerja teknik Twitter di India yang mengalami pemutusan hubungan kerja.
Country Manager Tesla di Singapura, Christopher Bousigues dilaporkan terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) secara global.
Ia merupakan bos Tesla pertama di Negeri Singa pada Juni 2021.
Christopher Bousigues diketahui telah mendirikan sejumlah bisnis Tesla dari nol.
Kontribusinya terhadap Tesla juga tak bisa dianggap sebelah mata.
Satu di antaranya membuat mobil Tesla Model 3 populer di Singapura.
Baca juga: Warga Malaysia Puji Presiden Jokowi Pakai Sepatu Lokal saat Bertemu Elon Musk
Termasuk membangun dua showroom serta sebuah pusat perbaikan di Negeri Singa itu.
Sebelum Christopher Bousigues terkena PHK, ia juga membawa Tesla Model Y mengaspal di Singapura dan mengembangkan tujuh supercharger di negara tersebut.
Bousigues mengaku tidak keberatan dengan keputusan yang diambil Tesla.
CEO Tesla, Elon Musk sebelumnya memperingatkan tentang adanya PHK besar-besaran secara global.
Pemutusan kerja yang dilakukan Tesla terhadap Christopher Bousigues terkesan mendadak.
Sebab, Bousigues baru menghabiskan waktu selama satu tahun menjabat sebagai bos Tesla di Singapura.
"Saya bangga menjadi country manager pertama perusahaan di Asia Tenggara, dan mendirikan bisnis di Singapura," imbuh Bousigues.
Baca juga: Twitter Gugat CEO Tesla Elon Musk Gegara Batalnya Akuisisi, Persidangan Dimulai Oktober
Setelah tak lagi memimpin Tesla di Singapura, Bousigues berencana untuk kembali ke Eropa dan Perancis Selatan bersama keluarganya mulai musim panas 2022.
Bousigues menjelaskan bahwa tidak ada lagi alasan baginya untuk menetap di Singapura, mengingat masa tuntutan pekerjaan telah berakhir.
Pada halaman Linkedin miliknya, Bousigues mengumumkan jika ia seorang karyawan yang terkena dampak dari PHK besar tersebut.
Tesla mengumumkan adanya pengurangan 10 persen jumlah tenaga kerja.
Dihimpun KompasTekno dari Business Insider, Kamis (16/6/2022), Tesla telah memperkerjakan setidaknya 100.000 karyawan pada akhir 2021.
Pekan lalu, Tesla dilaporkan tengah melakukan rekrutmen untuk 24 posisi baru di China. Perusahaan mulanya nampak bersikeras untuk segera mencari orang baru.
Namun, Tesla kemudian membatalkan tiga acara perekrutan yang direncanakan bakal digelar di China pada Juni 2022 ini.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Kiki Safitri)
Sumber: Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/elon-musk-pimpinan-perusahaan-tesla.jpg)