Selasa, 12 Mei 2026

DISKOMINFO KEPRI

Ansar Minta Pawai Tatung Batam - Kepri 2022 Jadi Even Wisata Internasional Tahunan

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meminta agar Pawai Tatung Batam - Kepri 2022 bisa menjadi agenda wisata internasional yang digelar tahunan.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra |
Biro Adpim Pemprov Kepri
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad meresmikan pembukaan pelaksanaan Pawai Tatung Batam-Kepri 2022 dengan mengedepankan tema 'Moderasi Beragama, Negara Makmur Rakyat Sejahtera' di Kompleks Bumi Indah, Nagoya, Kota Batam, Minggu (13/11/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad meresmikan pembukaan pelaksanaan Pawai Tatung Batam-Kepri 2022.

Even ini mengambil tema 'Moderasi Beragama, Negara Makmur Rakyat Sejahtera' dan diselenggarakan di Kompleks Bumi Indah, Nagoya, Kota Batam, Minggu (13/11/2022). 

Di Kepri, kegiatan Pawai Tatung ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.

Namun demikian, antusias masyarakat yang hadir cukup ramai.

Meskipun Pawai Tatung ini merupakan salah satu kegiatan ritual  keagamaan masyarakat Tionghoa, namun kegiatan ini cukup diminati berbagai suku dan agama, sebagai ajang tontonan dan hiburan. 

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad tampak disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa serta masyarakat yang hadir dalam Kesempatan ini. 

Terlebih ketika dalam sambutannya, Ansar mengumumkan untuk mendukung agar kegiatan Pawai Tatung ini bisa menjadi agenda pariwisata Tahunan Kepri.

Tidak hanya agenda pariwisata nasional, Gubernur Kepri berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda pariwisata internasional, sejajar dengan Tour d' Bintan, Ironman, Triathlon dan sebagainya.

Baca juga: Gubernur Kepri Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Hasyim Asyari Batam 

"Setelah acara ini selesai, saya minta agar Dinas Pariwisata menggelar rapat dengan panitia. Diatur dengan baik agar kegiatan ini bisa menjadi agenda wisata tahunan nasional, bahkan internasional yang ada di Kepri. Kedepannya, tampilannya juga agar lebih baik lagi," ujar Ansar disambut riuh rendah tepukan tangan masyarakat yang hadir di jantung Kota Batam tersebut. 

Ansar mengakui, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, namun kegiatan ini cukup menghibur dan menjadi tontonan masyarakat. 

"Saya tidak menyangka, ternyata kegiatan ini cukup spektakuler. Penonton dan peminatnya luar biasa," ujar Ansar dengan suara lantang. 

Ansar yang dalan kesempatan ini dibalut kemeja merah dan celana hitam mengatakan bahwa Kepri berada di posisi yang sangat strategis, berbatasan  langsung dengan sejumlah negara tetangga, dan bahkan telah menjadi pusat perdagangan dunia sejak turun-temurun.

Berbagai suku bangsa hadir berlalu lintas di laut Kepri untuk melakukan kegiatan perdagangan dan  kemudian ada yang menetap di Kepri karena hubungan perkawinan dan sebagainya. 

"Meski kita berbeda suku, budaya dan agama. Namun kita bangga karena kita semua bisa hidup rukun, aman dan damai serta bisa  berama-sama menjunjung tinggi asas keberagamaan. Sehingga kita baru saja dinobatkan sebagai Provinsi yang moderasi keberagamaannya termasuk yang terbaik di Indonesia. Di wilayah Sumatera Kepri adalah yang terbaik, dan di Indonesia masuk dalam 10 besar. Ini harus kita pertahankan," kata Ansar kembali disambut tepuk tangan hadirin. 

Dalam kesempatan ini, Ansar juga meyakinkan jika tamu dari Singapura, Malaysia dan negara lain ikut hadir dan menyaksikan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved