Inilah Smartphone Banderol 7 Juta sampai 10 Juta Paling Diminati di Indonesia
Laporan Counterpoint Research mencatat smartphone banderol harga Rp 7 juta sampai Rp 10 jutaan paling laris dan diminati di Indonesia
TRIBUNBATAM.id - Sebagai benda yang berperan penting bagi hidup banyak orang, permintaan smartphone atau ponsel pintar terus tumbuh dari tahun ke tahun di Indonesia.
Hal mengejutkan pun datang dari laporan Counterpoint Research, sebuah firma pasar yang mencatat smartphone banderol harga Rp 7 juta sampai Rp 10 jutaan paling laris dan diminati di Indonesia.
Memasuki kuartal IV-2022, Counterpoint juga memprediksi kemajuan dalam pemulihan ekonomi makro yang kembali menggerakan, alias mendorong pertumbuhan pangsa smartphone.
Senior Analyst Counterpoint, Febriman Abdillah menjelaskan kemungkinan besar ada permintaan tinggi untuk ponsel kelas menengah dan bawah di akhir tahun ini.
Tantangan bagi vendor ponsel adalah bagaimana menarik konsumen secara efektif.
Konsumen akan memiliki banyak pilihan merek dan model ponsel cerdas dan akan lebih sadar akan fitur apa yang mereka butuhkan.
Baca juga: Smartphone Nokia C Series Diproduksi di Batam untuk Pasar Dalam Negeri
Baca juga: Cara Mengatasi Aplikasi HP Tidak Terpasang di Smartphone
Samsung dan Oppo Bersaing
Counterpoint mencatat ponsel dengan rentang harga Rp 7 juta sampai Rp 10 juta tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro yang masih belum kunjung pulih.
Dalam laporan pertumbuhan pengiriman ponsel Indonesia kuartal III-2022, ponsel dengan harga 500-699 dollar AS (Rp 7-10 jutaan) memiliki persentase kenaikan yang paling tinggi, yakni 134 persen.
Keduanya disumbangkan oleh merek Samsung dan Oppo.
Menurut Counterpoint, smartphone harga Rp 7-10 jutaan itu memiliki pilihan yang jauh lebih fleksibel.
Hal inilah yang juga mendorong sejumlah perusahaan smartphone juga menjual produknya dengan kisaran harga tersebut.
Oppo menjual Reno 7 5G di rentang harga Rp 7 jutaan ke atas dan Samsung menerapkan nilai jual sama untuk lini Galaxy A73.
Hal ini membuat Oppo dan Samsung menjadi dua vendor ponsel terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar gabungan 63 persen.
"Di Indonesia, (pasar) OEM menawarkan spesifikasi seperti RAM 8-12 GB, ROM 256 GB, kapasitas baterai 4.000-6.000 mAH, dan kemampuan 5G. Spesifikasi sesuai permintaan ini dapat membantu meningkatkan target konsumen yang lebih baik," ujar Analis Febriman Abdillah, dikutip dari KompasTekno, Rabu (16/11/2022).
Sementara untuk kategori ponsel 150-499 dollar AS (Rp 2-7 juta), semua menagalami penurunan jumlah pengiriman.
Paling besar adalah ponsel dengan harga di bawah 150 dollar AS (Rp 2 jutaan), yang turun 38 persen.
Baca juga: Trik Mengecek IMEI Smartphone iPhone Resmi atau Ilegal untuk Semua Tipe
Baca juga: Bisa Beli Smartphone Baru Bulan Juli, Rezeki 5 Shio Cuan Berkali kali
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)