BERITA VIRAL
Gibran Rakabuming Enggan Laporkan Penghina Iriana Jokowi ke Polisi
Putra Presiden Jokowi Gibran Rakabuming enggan melaporkan penghina ibunya, Iriana saat menjamu istri kepala negara di KTT G20 Bali ke polisi.
TRIBUNBATAM.id - Putra sulung Presiden Jokowi dan Iriana, Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak akan melaporkan pemilik akun @KoprofilJati ke pihak kepolisian atas unggahannya yang dianggap menghina ibunya.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka itu mengungkapkan, dia tak lagi terkejut atau marah mendapat hinaan dari orang lain termasuk yang terbaru untuk ibunya, Iriana Joko Widodo.
Kendati begitu, Gibran Rakabuming Raka menyatakan unggahan akun @KoprofilJati yang menghina ibunya, Iriana Joko Widodo saat menjamu istri kepala negara saat KTT G20 Bali mencerminkan orang di baliknya tidak berbudaya.
"Tidak lapor, masih banyak pekerjaan. Malas. Tidak mengerti budaya sini, asal bicara di Twitter," kata Gibran di Solo, Jumat (18/11/2022).
Pemilik akun Twitter @KoprofilJati sekaligus Komikus asal Yogyakarta, Kharisma Jati, menyampaikan surat terbuka berisi permohonan maaf kepada keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Facebooknya, Kamis (17/11/2022).
Baca juga: Sosok Kharisma Jati, Pria Penghina Iriana Jokowi Disemprot Kaesang Pangarep
Dalam suratnya itu, Kharisma Jati meminta maaf kepada Presiden Jokowi, Iriana Jokowi, serta seluruh keluarga kepresidenan.
"Dengan ini saya, Kharisma Jati, meminta maaf kepada Keluarga Besar Presiden RI atas unggahan saya di media sosial yang menyinggung perasaan anggota keluarga Bapak Presiden Joko Widodo, termasuk kerabat; staf; dan pejabat di lingkungan kepresidenan. Permintaan maaf ini saya nyatakan dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam, tanpa unsur keterpaksaan dan kepura-puraan," tulis Kharisma, dikutip dari akun Facebook Kharisma Jati, Sabtu (19/11/2022).
Kharisma pun mengaku siap bila harus menerima hukuman atas perbuatannya yang dianggap telah menghina Ibu Negara, Iriana Jokowi, melalui akun Twitternya, @KoprofilJati, Kamis (17/11/2022).
"Jika dari pihak terkait bermaksud mengadakan tuntutan hukum maka saya akan menerima dengan lapang dada atas segala hukuman yang adil dan setimpal," ujar Kharisma.
Meski begitu, Kharisma mengatakan, dia enggan meminta maaf kepada para pendukung pemerintahan Presiden Jokowi.
"Namun tidak ada sedikitpun permintaan maaf saya terhadap para pendukung fanatik rezim ini, yang merasa bisa berbuat sesukanya sendiri tanpa mengindahkan moral dan etika, karena saya bukan penjilat; pembeo; maupun perundung, dan tidak sedikitpun saya membenarkan perbuatan semacam itu. Framing, fitnah, dan ujaran kebencian yang mereka buat hanya mencerminkan arogansi dan kemunafikan mereka," imbuhnya.
Baca juga: 35 Tahun Adem Ayem sama Presiden Jokowi, Iriana Bongkar Kisah Cinta Bersemi di Pinggir Sungai Solo
Dalam kalimat penutupnya, Kharisma mengatakan bahwa surat permohonan maaf ini dibuatnya dengan sadar dan tanpa paksaan.
"Demikian surat terbuka ini dibuat dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun," tutupnya.
Kharisma dianggap telah menghina Ibu Negara, Iriana Jokowi, lantaran unggahannya di media sosial Twitter, Kamis (17/11/2022).
Kharisma mengunggah foto kebersamaan Iriana dengan istri Presiden Korea Selatan, Kim Kun-hee.
Akan tetapi, dalam unggahan tersebut, Kharisma menyertakan teks yang dianggap menghina Iriana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Kolase-Kharisma-Jati-dan-cuitannya-yang-menghina-Ibu-Negara-Iriana-Jokowi.jpg)