FEATURE
Asril Masbah Putra Anambas Bawa Harum Nama Kepri di Bali Lewat Puisi
Putra Anambas bernama Asril Masbah membawa nama harum Kepri di Bali lewat pentas puisi yang baru-baru ini diselenggarakan.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Nama putra Anambas Asril Masbah sampai ke Bali lewat puisi.
Asril Masbah, putra Anambas itu berkesempatan mewakili Provinsi Kepri untuk mengikuti Pentas Puisi di Gedung Jayasabha Denpasar Bali.
Melalui sambungan seluler pada Minggu (20/11/2022) sore, Asril Masbah putra kelahiran Pulau Jemaja Anambas sedang berada di mobil dalam perjalanan pulang.
Di sana, pria kelahiran Letung itu tampil membacakan puisi karyanya yang diilhami oleh penyair ternama Indonesia, Ibrahim Sattah.
Bapak tiga anak ini memang begitu mengagumi dan ingin mempopulerkan nama penyair asal Anambas di panggung sastra Indonesia.
Baca juga: Kumpulan Puisi Suara dari Kota Timah Karya Zuriat ke VI Raja Ali Haji Diluncurkan
Hampir kebanyakan karya puisi yang ditulis Asril juga dilatarbelakangi oleh karya Ibrahim Satttah.
"Kebetulan saya juga putra kelahiran Anambas, sebagai generasi saya sangat kagum dengan penyair Ibrahim Sattah. Karyanya banyak mengilhami saya dalam bersastra," ucap pria kelahiran Letung itu.
Saat di Bali, ayah dari tiga anak itu pun merasa terhormat mewakili Provinisi Kepri, untuk membacakan puisi bersama 40 penyair se Indonesia.
Bahkan yang membuatnya kagum, ia dapat bersanding bersama penyair nasional asal Bali, Wayan Jengky Sunarta dan Raja Penyair Multimedia Indonesia, Asrizal Nur.
"Pada Pentas Puisi Bali tahun ini, saya membacakan puisi karya sendiri yang berjudul 'Menyimak Bali'. Esensinya lebih kepada kultur adat dan budaya yang dimiliki oleh Bali," jelasnya.
Baca juga: Siswi SMAN 2 Singkep di Lingga Wakili Kepri ke Tingkat Nasional Lomba Baca Puisi
Berkecimpung di dunia sastra khususnya puisi bukan lah hal yang baru bagi pria 43 tahun itu
Penyair sastra Anambas ini mengaku sudah puluhan tahun menekuni dunia sastra khususnya puisi bertemakan budaya melayu.
"Kalau menekuni dunia sastra sudah cukup lama dari tahun 1997. Waktu itu saya gabung di dewan kesenian Riau dan mengikuti acara simposium Raja Ali Haji di Pulau Penyengat," terangnya.
Pada saat itu, dirinya dididik untuk menulis sastra berbentuk artikel, esai, puisi sampai membaca puisi dan ikut beradegan dalam teater.
"Di sana lah titik awal saya berkecimpung di dunia sastra, hingga akhirnya ikut tampil di sejumlah pentas sastra," paparnya.
Dirinya merinci, pernah tampil beberapa kali membaca puisi hingga musikalisasi puisi kontemporer pada pentas puisi yang digelar di Kota Tanjungpinang.
Baca juga: Museum Batam Raja Ali Haji Gelar Lomba Baca Puisi dan Foto, Cek Tema dan Syaratnya
Selain itu, dirinya juga kerap beberapa kali tampil membacakan puisi pada pentas seni dan budaya di Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Meski belum pernah berkompetisi dan menyabet prestasi, tapi saya begitu mencintai dan senang pada sastra khususnya puisi. Paling saya hanya sering menerima sertifikat atau piagam penghargaan saja dan itu saya rasa cukup," jelasnya.
Bagi Asril, nilai yang terkandung dalam sastra harus lah dimiliki oleh setiap orang. Karena dengan sastra akan memunculkan rasa dan kepekaan dalam kehidupan.
"Makna sastra menurut saya sesederhana itu, bagaimana kita dapat melatih kejujuran dan punya rasa atau kepekaan dalam hidup kepada diri sendiri dan sesama," ungkapnya.
Terakhir, Asril mengatakan, pentas Puisi Bali merupakan pentas sastra nasional yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERKUAS) Indonesia.
"Kiranya dengan acara ini dapat mendorong saya dan penyair nasional lainnya untuk dapat mengembangkan sastra di daerah," pungkasnya.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Putra-Anambas-Asril-Masbah-harumkan-nama-Kepri-lewat-puisi.jpg)