Senin, 4 Mei 2026

Keracunan Makanan di Anambas

149 Warga Anambas Diduga Keracunan MBG Berangsur Pulih, Sampel Makanan Bakal Diuji di BPOM Batam

Diduga keracunan MBG, Dari total 155 korban, sebanyak 149 orang dilaporkan telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
KERACUNAN MAKANAN DI ANAMBAS - Kondisi di RSUD Palmatak di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat sejumlah tenaga medis menangani sejumlah pelajar yang diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Anambas, Rabu (15/4/2026). Dari total 155 pasien, sebanyak 149 orang dilaporkan telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah warga Anambas yang diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4/2026) sudah pulang ke rumah masing-masing.
  • Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia mengungkap, dari total 155 orang yang dirawat, sebanyak 149 orang dilaporkan telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.
  • Warga dirawat di Puskesmas Siantan Tengah, selain RSUD di Palmatak.


TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS
- Kabar terbaru terkait dugaan keracunan massal usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menunjukkan perkembangan positif.

Dari total 155 korban, sebanyak 149 orang dilaporkan telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, saat ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Siantan Tengah mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan MBG.

Tidak hanya pelajar, sejumlah orang tua dan warga dewasa juga ikut terdampak karena turut mengonsumsi makanan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia mengungkap jika kondisi para pasien terus membaik.

“Untuk perkembangan hingga siang ini, dari 114 pasien yang dirawat di RSUD Palmatak, sebanyak 110 orang sudah diperbolehkan pulang dan dinyatakan pulih. Sementara 4 orang masih dalam perawatan,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunBatam.id, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, penanganan di fasilitas kesehatan lain juga menunjukkan hasil serupa. 

Di Puskesmas Siantan Tengah, dari total 41 pasien, sebanyak 39 orang telah dipulangkan, dan hanya dua orang yang masih dirawat.

“Secara keseluruhan, mayoritas sudah kembali ke rumah. Tinggal beberapa pasien saja yang masih dalam pengawasan medis,” jelasnya.

Feri juga mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. 

Sampel tersebut akan segera dikirim ke BPOM Batam untuk dilakukan uji laboratorium.

“Sampel makanan sudah kami amankan. Sesuai prosedur dan rencananya akan dikirim ke BPOM Batam pada Jumat ini untuk mengetahui kandungan di dalamnya,” ungkapnya.

Dugaan sementara, sumber keracunan berasal dari penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk Kecamatan Siantan Tengah. 

Seluruh penderita diketahui berasal dari sekolah di wilayah tersebut, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP, serta penerima manfaat dari Posyandu.

Gejala yang dialami para korban umumnya berupa mual, muntah, dan diare. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved