Breaking News
Senin, 20 April 2026

BERITA VIRAL

Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand Daftarkan Kebaya ke UNESCO

Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand mengungkap alasan mendaftarkan kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.

Instagram @anyageraldine dan @maudyayunda
Potret dua orang Indonesia, Anya Geraldine dan Maudy Ayunda ketika kenakan kebaya kuning Bali di momen penting, Sabtu (19/11/2022). Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand mendaftarkan kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Foto ilustrasi. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand mendaftarkan kebaya ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Kebaya yang didaftarkan oleh otoritas Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand ke UNESCO selama ini identik milik Indonesia.

Dewan Warisan Nasional Singapura (NHB) dalam rilis media pada Rabu (23/11/2022) menuliskan, ini adalah pendaftaran multinasional pertama oleh Singapura, dan pendaftaran multinasional pertama yang melibatkan empat negara, yakni Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.

Channel News Asia melaporkan jika upaya multinasional kebaya didaftarkan ke UNESCO ini kali pertama diusulkan dan dikoordinasikan oleh Malaysia.

“Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand sepakat untuk bekerja sama dalam nominasi multinasional ini karena kebaya mewakili dan merayakan sejarah bersama yang kaya di kawasan ini, mempromosikan pemahaman lintas budaya, dan terus hadir dan secara aktif diproduksi dan dikenakan oleh banyak komunitas di seluruh Asia Tenggara," kata NHB.

Baca juga: Terungkap, Wanita Kebaya Merah Sudah Buat 92 Video Asusila dan 100 Foto Tanpa Busana

Dewan tersebut juga mempersilakan negara lain bergabung untuk mendaftarkan kebaya. Daftar Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan dikembangkan oleh UNESCO pada 2008.

Mereka terdiri dari unsur-unsur warisan budaya takbenda dari berbagai negara.

Daftar ini bertujuan meningkatkan kesadaran, mendorong dialog yang menghormati keragaman budaya.

Serta memberikan pengakuan yang layak terhadap praktik serta ekspresi komunitas di seluruh dunia.

Untuk meloloskan sesuatu yang didaftarkan, UNESCO memfokuskan penilaian pada aspek-aspek seperti bagaimana kebaya diselaraskan dengan definisi warisan budaya takbenda dari lembaga pendaftar, dan bagaimana upaya nominasi melibatkan partisipasi masyarakat di setiap negara peserta.

Menurut NHB, Singapura mengadakan enam focus group discussion pada Agustus dan Oktober 2022 untuk mencari pandangan dan informasi yang berkaitan dengan signifikansi sosial serta budaya kebaya bagi komunitas terkait, termasuk membahas pendaftaran multinasionalnya.

Baca juga: Potret Anya Geraldine Kenakan Dua Kebaya Rancangan Anne Avantie

Diskusi dihadiri 48 peserta yang terdiri dari praktisi budayawan, perwakilan asosiasi budayawan, dan peneliti yang terlibat pembuatan serta pemakaian kebaya.

NHB menambahkan bahwa semua peserta menyatakan dukungan mereka untuk kebaya didaftarkan ke UNESCO secara multinasional.

NHB melanjutkan, pada tanggal 1 hingga 3 November 2022, pengurus dan beberapa perwakilan masyarakat dari Singapura menghadiri lokakarya yang diselenggarakan Malaysia di Port Dickson, Negeri Sembilan, sebagai bagian dari persiapan pebdaftaran.

Perwakilan masyarakat dan pemerintah dari negara lain juga mengikuti lokakarya tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved