Breaking News:

UPAH PEKERJA

REAKSI Pengusaha Batam saat Tahu Angka Kenaikan UMP Kepri 2023 dari Gubernur

Pegusaha di Batam angkat bicara terkait keputusan Gubernur Kepri yang menetapkan UMP Kepri 2023 tapi dinilai tidak patuh kepada peraturan pemerintah.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid angkat bicara terkait penetapan UMP Kepri 2023 oleh Gubernur Kepri. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pegusaha di Batam angkat bicara terkait keputusan Gubernur Kepri yang menetapkan UMP Kepri 2023 tapi dinilai tidak patuh kepada peraturan pemerintah No 36 tahun 2021.

UMP dinaikkan dengan tinggi di saat sektor ekonomi belum pulih sepenuhnya akibat Pandemi Covid-19 ditambah lagi dengan ancaman resesi ekonomi global tahun 2023 nanti. 

"Kita melihat kebijakan ini lebih kepada kebijakan politis bukan pertimbangan ekonomi," Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid, Senin (28/11/2022).

Diakuinya kebijakan kontra produktif karena tingkat pengangguran yang masih sangat tinggi di Kepri. 

"Kita tentu kecewa dengan kebijakan ini," katanya.

Sesuai dengan sikap Apindo sebelumnya, menganggap penetapan UMP Kepri tersebut melanggar PP 36 tahun 2021 yang masih berlaku.

Sehingga mempertimbangkan untuk menggugat keputusan Gubernur tersebut ke PTUN.

Baca juga: Pemprov Kepulauan Riau Tetapkan UMP Kepri 2023 Rp 3.279.194

Begitu juga jika nanti UMK Batam ditetapkan keluar dari PP 36 tahun 2021, maka kemungkinan juga akan kita lakukan gugatan ke PTUN. 

"Kita berharap investor di Kepri dan Batam agar tetap tenang menyikapi keputusan Gubernur yang keluar dari aturan pemerintah ini," katanya.

Ia melanjutkan perusahaan bisa tetap berpegang pada aturan hukum yang berlaku yaitu PP 36 tahun 2021 nantinya. 

"Ketika kita melakukan gugatan UMP ini. Begitu juga untuk UMK Batam," katanya.

Ia menambahkan jika kebijakan Gubernur keluar dari koridor hukum yang berlaku, maka pihaknya akan berpegang pada aturan yang berlaku yaitu PP 36 tahun 2021. 

"Kita akan imbau perusahaan perusahaan di Batam untuk tidak mengurangi tenaga kerjanya agar pengangguran tidak meledak," katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved