Kamis, 9 April 2026

Go Digital, PGN Saka Catatkan Efisiensi USD 2,18 Juta per Tahun Lewat Optimasi Digitalisasi

PGN Saka sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina meningkatkan performa bisnis yang lebih efisien dan aman melalui implementasi perangkat lunak

ISTIMEWA
PGN Saka meningkatkan performa dengan mengembangkan Aplikasi Vessel Monitoring 

NUSA DUA, TRIBUNBATAM.id – PGN Saka sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina meningkatkan performa bisnis yang lebih efisien dan aman melalui implementasi perangkat lunak sumber terbuka (open source software).

Penerapan perangkat lunak ini juga bagian dari implementasi program 6G Holding Migas Pertamina yaitu go digital.

Terbaru, tim internal PGN Saka mengembangkan aplikasi Vessel Monitoring untuk memonitor pergerakan kapal di perairan sekitar Blok Pangkah dan Blok Muriah.

Inisiatif ini diambil untuk mencegah terjadinya insiden maupun kecelakaan fatal di fasilitas lepas pantai yang dioperasikan PGN Saka.

“Sistem Vessel Monitoring menyuguhkan data secara real-time selama 24 jam dalam seminggu dan mampu menghemat biaya hingga USD 2,18 juta per tahun, dibanding biaya yang dikeluarkan apabila kami melakukan monitoring secara konvensional dengan menggunakan kapal patroli,” ungkap Presiden Direktur PGN Saka, Avep Disasmita dalam Digitalization Forum di The 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 di Nusa Dua, Bali, (24/11/2022)

Baca juga: PT PGN Tingkatkan Utilisasi dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Transformasi yang diterapkan oleh PGN SAKA, dapat menjadi solusi bagi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.

PGN Saka telah menjalankan transformasi digital sejak 2013.

Dalam delapan tahun terakhir, lebih dari 100 aplikasi dan inisiatif digital telah diciptakan dan dikembangkan untuk mempermudah proses bisnis, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan eksplorasi dan produksi.

Avep mengatakan, transformasi digital yang dilakukan PGN Saka juga dilakukan untuk mendukung Sistem Operasi Terpadu (SOT) yang diimplementasikan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) ke seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

SOT mampu meliput kegiatan operasi mulai dari produksi harian (minyak, gas, dan LPG), financial report, daily drilling report, dan sebagainya

Dalam mendukung sistem tersebut, PGN Saka mengaplikasikan E-MBER (Electronic Maintenance Brief Report) di 2019, ATG (Automatic Tank Gauge) di 2020, dan PIMS (Production Integrated Monitoring System) di 2020.

Digitalisasi juga sangat membantu PGN Saka dalam melakukan eksplorasi sumur baru, sehingga PGN Saka mengembangkan SWORDS 1.0.

Sebelumnya, dibutuhkan waktu 4-5 minggu untuk meninjau sumur-sumur potensial dan melibatkan banyak SDM karena dilakukan secara manual.

Pengumpulan data juga tidak mudah dan kurang terstruktur.

Padahal dalam setahun proses peninjauan sumur bisa mencapai 150 – 200 review, sehingga sangat menandatang bagi tim lapangan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved