LINGGA TERKINI
HASIL Pelatihan, 15 Peserta Bisa Bikin Tudung Manto, Kini Lingga Punya 50 Pengrajin
15 peserta berhasil membuat kerajinan Tudung Manto dari pelatihan yang digelar Disnakertrans Lingga, Kepri. Kini Lingga memiliki 50 pengrajin.
Penulis: Febriyuanda |
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 15 peserta berhasil membuat kerajinan Tudung Manto, dari pelatihan yang diadakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Peserta dari kalangan wanita yang merupakan warga Kecamatan Singkep dan sekitarnya ini, mengikuti pelatihan gelombang ke dua pelatihan di tahun ini sejak 8 November hingga ditutup hari ini, Rabu (30/11/2022).
Proses pelatihan tekun ini mereka jalani selama lebih kurang 20 hari di Gedung Implasemen Dabo Singkep.
Dengan waktu singkat itu, 15 peserta ini berhasil merajut dan telah sah menjadi pengrajin Tudung Manto Kabupaten Lingga.
Corak warna Tudung Manto yang diciptakan bermacam macam, saat mereka pakai di acara penutupan tersebut.
Salah seorang pengrajin, Juwita (23) mengungkapkan, bahwa Tudung Manto merupakan selendang warisan bersejarah, sehingga ia sangat termotivasi untuk mengikuti pelatihan ini.
Dia pun berhasil membuat karya Tudung Manto, dengan warna Maroon.
Baca juga: Lingga Utara FC Juarai Piala Bupati Lingga 2022 Usai Kalahkan Singkep
Meskipun dia mengalami kesulitan saat membuat 'oyah' Tudung Manto, namun berkat bimbingan mentor dia pun berhasil melewati proses pelatihan.
"InsyaAllah, akan dikembangkan di kampung halaman," kata Wita kepada Tribunbatam.id.
Sementara itu, salah seorang pelatih, Jamisah sebelumnya mengatakan, pada hari pertama memulai, tidak ada kesulitan yang dihadapi oleh para peserta.
"Yang penting peserta itu tekun dan ada kemauan, InsyaAllah bisa dijalani," kata Jamisah.
Dia pun menjelaskan, bagi pengrajin yang sudah terampil bisa menyiapkan pembuatan Tudung Manto dalam kurun waktu 15 hingga 20 hari.
Hal itu menurutnya, tergantung motif-motif yang ada di dalam Tudung Manto tersebut.
"Begitu banyak motif menjadi tingginya harga, pengerjaan (Tudung Manto-red) agak lambat," jelasnya.
Penutupan pelatihan ini dilaksanakan di Gedung PSMTI, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Ketua Lembaga Adat Melayu atau LAM Lingga, Azmi mewakili Bupati Lingga menutup kegiatan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/01122022pengrajin-tudung-manto.jpg)