Breaking News:

BATAM TERKINI

Intip Kapal Mewah di Nongsa Point Marina Batam, Mayoritas Milik Warga Asing

Nongsa Point Marina Batam menjadi lokasi sejumlah yacht mewah yang mayoritas milik warga negara asing.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Potret Puluhan Yacht di Nongsa Point Marina, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (1/12/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nongsa Point Marina menjadi lokasi di Batam untuk parkir kapal layar mewah atau yacht.

Yacht mewah yang parkir di Nongsa Point Marina Batam itu berlokasi tak jauh dari Pelabuhan Internasional Nongsa Pura, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri.

Tak jarang, warga Batam yang mengunjungi Nongsa Point Marina pun menyempatkan diri untuk berswafoto dengan latar belakang sejumlah yacht mewah tersebut.

Banyak orang berpikiran bahwa yacht mewah itu tak bisa dinaiki sembarangan orang.

Hanya mereka yang memiliki uang berlimpah saja yang mampu menikmati keindahan laut menggunakan kapal tersebut.

Manager Nongsa Marina, Prakash Reddy, mengungkap sedikitnya 40 unit yacht mewah yang terparkir di pelabuhannya.

Baca juga: Gubernur Pimpin Rakor Kepariwisataan, Optimalkan Jumlah Yacht Berdiam di Kepri

"Itu untuk yang parkir lama [long term] di sini. Kalau untuk yang per hari, rata-rata per bulannya 60. Baik dari Singapura, perairan Indonesia, Thailand atau Malaysia," ujarnya saat diwawancarai Tribun Batam, Rabu (30/11/2022).

Prakash menyebut, puluhan yacht mewah itu hampir semuanya milik pribadi (perorangan). Bukan milik perusahaan (company).

Selain itu, biaya parkirnya pun tergantung dengan panjang kapal yang ada.

"Paling minim Rp 20 ribu per kaki panjangnya. Untuk yacht didominasi oleh orang asing. Baik dari Australia, Amerika, dan Eropa," tambahnya.

Selama Pandemi Covid-19, Prakash mengakui jika sektor bisnis parkir kapal yacht sendiri tak terlalu terkena imbas.

Meski sempat terkendala saat tiga bulan pertama Pandemi, namun Prakash menyebut jika hal itu tak terlalu mengganggu.

Baca juga: Kapal Yacht Rusak Mesin Hendak Menuju Jakarta, 4 WNA Mengungsi di Rumah Warga

"Bisnis kita bagus. Karena pemerintah membenarkan yacht untuk masuk dan keluar. Mereka tidak tutup Border untuk yacht. Kecuali tiga bulan pertama," jelasnya lagi.

Bagi warga Batam yang ingin naik atau menggunakan kapal mewah itu, mungkin bisa berpikir ulang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved