Breaking News:

UPAH PEKERJA

BURUH Tolak UMK Batam 2023 Sebesar Rp 4,5 Juta, Ini Angka yang Mereka Minta

Buruh Batam menggelar demo menolak nilai UMK Batam 2023 hasil rekomendasi Walikota Batam. Lantas, berapa angka yang mereka minta?

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Sejumlah buruh kembali menggelar aksi unjuk rasa di Depan Graha Kepri, di Jalan Engku Putri Nomor 8, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/12/2022).  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah buruh kembali menggelar aksi unjuk rasa di Depan Graha Kepri, di Jalan Engku Putri Nomor 8, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/12/2022). 

Aksi ini untuk mengawal rapat pembahasan penetapan UMP dan UMK seluruh wilayah Kepri 2023.

Jumlah massa yang menggelar aksi unjuk rasa lebih banyak ketimbang aksi sebelum-sebelumnya. 

Setiap peserta demo membawa poster berbagai tulisan dan umbul-umbul.

Dalam aksi ini buruh juga ikut berjoget saat mobil komando menyalakan berbagai lagu.

"Kalau UMK Batam jadi Rp 4,5 juta kami makan apa," ujar Orator diatas mobil komando diatas mobil komando.

Saat aksi ini, pengurus Serikat pekerja juga membahas kenaikan UMP dan UMK-Se Kepri di Kantor Graha Kepri lantai 5.

Baca juga: GELAR Demo, Buruh Tolak Rekomendasi UMK Batam 2023 Senilai Rp 4,5 Juta

Tolak Rekomendasi Walikota

Saat aksi demo tersebut, Aliansi Serikat Buruh Kota Batam menyatakan menolak rekomendasi besaran upah minimum kota (UMK) Batam yang direkomendasikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Dalam surat Wali Kota Batam bernomor 1260/KT.04.02/XII/2022 besaran UMK Batam 2023 yang direkomendasikan kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebesar Rp.4.500.440. 

"Kami menolak rekomendasi Wali Kota Rp 4,5 juta karena usulan kami tidak diperhatikan terkait putusan kasasi nomor 75 K/TUN/2022 sebesar Rp114 ribu," ujar Ketua Konsulat FSPMI Kota Batam, Yafet Ramon, Jumat (2/12/2022).

Inflasi dan pertumbuhan ekonomi year on year yang diusulkan pihaknya adalah Januari sampai dengan Desember 2022. 

"Bukan Januari sampai September. Pasca kenaikan harga BBM awal September 2022, kami melakukan survey kebutuhan hidup layak [KHL] hasilnya rata rata Rp5.076 juta," katanya.

Ia menilai angka Rp 4,5 juta tidak realistis, jika mengacu pada Permenaker 18 tahun 2022 yang seharusnya mengalami kenaikan 10 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved