Senin, 1 Juni 2026

PEMBUNUHAN BRIGADIR J

Kesaksian Bharada E, Ada Wanita Misterius Menangis Keluar Dari Rumah Ferdy Sambo

Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy sebut kliennya sudah jujur soal wanita misterius yang menangis di Rumah Ferdy Sambo. Kubu Ferdy Sambo sebaliknya.

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J saat menjalani sidang beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, didampingi Kuasa Hukumnya Ronny Talapessy. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mengungkap adanya sosok wanita misterius yang menangis saat keluar dari Rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Keterangan itu disampaikan Bharada E saat menjadi saksi kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022) lalu.

Sejak ada kejadian itu, menurut Bharada E, kebiasaan Ferdy Sambo berubah.

Mantan Kadiv Propam Polri itu lebih sering tinggal di rumahnya di Jalan Saguling daripada di Jalan Bangka.

Kesaksian ini disampaikan Bharada E saat majelis hakim berusaha menggali kejanggalan sebelum peristiwa pembunuhan Brigadir J, 8 Juli 2022 lalu.

Saat itu, Bharada E juga mengungkap terdakwa Putri Candrawathi sempat mengitari kawasan Kemang, akhir Mei 2022.

Lalu pulang ke rumah di Jalan Bangka dengan ekspresi wajah marah.

Baca juga: Bharada E Sebut Ada Satu HP Milik Putri Chandrawathi Dipegang Oleh Brigadir J

Tak lama Putri Candrawathi tiba di rumah itu, Ferdy Sambo juga pulang ke rumah di Jalan Bangka. Wajahnya juga terlihat marah.

Di hari itu pula, Bharada E melihat seorang wanita menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka. 

Hanya saja, Bharada E mengaku tak mengenalnya.

Tanggapan Ronny Talapessy

Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy sebut kliennya sudah jujur soal wanita misterius yang menangis di Rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka.

Menurut Ronny, sebagai justice collaborator Bharada E harus jujur dalam memberikan kesaksian

"Karena dia JC maka dia berkata jujur. Kan dalam kasus ini siapa yang terlihat berbohong kepada banyak orang, siapa yang mencoba menutupi kasus, merusak barang bukti , membuat skenario itu semua kan terbukti di persidangan," kata Ronny saat dikonfirmasi, Sabtu (3/12/2022).

Soal perempuan misterius bersama Koh Elben, lanjut Ronny, pihaknya sudah menanyakan kepada petugas swab yang menjadi saksi di persidangan.

Baca juga: Bharada E Jadi Saksi Sidang Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J, Ini Kesaksiannya

Dalam list PCR juga tertera nama koh Elben

"Koh Elben ini yang aktif menemani perempuan tersebut," kata Ronny.

Tanggapan Pengacara Ferdy Sambo

Sementara itu, Ferdy Sambo melalui kuasa hukumnya Arman Hanis sebut keterangan Bharada E soal wanita misterius yang menangis di rumah kliennya hanyalah sebuah karangan belaka.

Ia juga mengatakan akan membuktikan hal tersebut di persidangan Ferdy Sambo selanjutnya.

"Terkait keterangan RE di persidangan, saya tegaskan keterangan itu tidak benar dan hanya karangan RE saja dan nanti akan kami buktikan di persidangan klien kami," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (1/12/2022).

Menurut Arman keterangan Bharada E bertentangan dengan keterangan saksi lain dan bukti video yang diperlihatkan saat sidang, terkait wanita misterius di rumah Ferdy Sambo.

"Saya tegaskan sekali lagi bahwa itu hanya karangan RE, dan keterangan RE bertentangan dengan keterangan saksi-saksi lain dan bukti video yang pernah ditayangkan di sidang. Ingat, harusnya Juctice Colaborator jujur di sidang, tidak mengarang cerita apalagi bohong," kata dia.

Baca juga: Saat Masih Berkuasa Ferdy Sambo Minta Hendra Kurniawan Ambil Alih Pemeriksaan di Duren Tiga

Selain itu, Arman Hanis juga mengatakan, hubungan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi baik-baik saja. Hal itu dibuktikan saat keduanya merayakan hari ulang tahun pernikahan pada tanggal 7 Juli 2022.

"Mereka masih harmonis, salah satu buktinya tanggal 7 Juli perayaan anniversary perkawinan di Magelang, sudah kami sampaikan di persidangan sebelumnya," ujarnya.

Misteri Wanita Menangis

Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yakni Martin Lukas Simanjuntak menduga adanya wanita yang keluar menangis dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Jakarta, berkaitan dengan pembunuhan berencana atas Brigadir J.

Soal wanita menangis ini dibeberkan oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E saat menjadi saksi dalam persidangan pembunuhan Brigadir J di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

"Makanya saya bilang hakim perlu menggali keharmonisan di dalam tanda petik di persidangan itu apakah rekayasa atau fakta. Kalau tidak fakta berarti diduga itu ada hubungannya dengan motif kembali mengenai perempuan. Siapa perempuan itu? Yang gosipnya kan ada si cantik yang berseragam cokelat nah apakah dia Eliezer tidak tahu, bisa saja dia kan?" papar Martin di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Martin juga meminta agar hakim memeriksa setiap pihak yang terkait dengan kejadian perempuan yang menangis saat keluar dari rumah
Ferdy Sambo.

Hal ini dimaksudkan guna mendalami motif dari pembunuhan berencana atas Brigadir J.

"Ya sesuai dengan KUHAP saksi di BAP bisa dipanggil dihadirkan, agar bisa menerangkan membuat peristiwa pidana tersebut semakin terang," ucap dia.

Diketahui, Brigadir J pun tewas di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Sebelumnya terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, yakni Bharada E mengungkapkan adanya peristiwa yang mengubah kebiasaan Ferdy Sambo dari tinggal di rumah di Jalan Bangka, Kemang, menjadi tinggal di rumah yang berada di Jalan Saguling.

Hal itu disampaikan Bharada E saat menjadi saksi di persidangan pembunuhan Brigadir J untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Pemindahan Uang Rp 200 Juta Setelah Kematian Brigadir J Atas Perintah Putri Candrawathi

Menurut Bharada E peristiwa itu terjadi di rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka. Dimana ada wanita yang keluar dari rumah Ferdy Sambo di sana, sambil menangis.

Saat itu, kata Bharada E, ajudan yang mengawal istri Sambo, Putri Candrawathi adalah Brigadir J dan Mathius.

Putri Candrawathi memerintahkan Brigadir J dan Mathius untuk bergegas pergi dari rumah pribadi yang berada di Saguling menuju ke Jalan Bangka.

“Ada kejadian Yang Mulia. Jadi saya lagi di rumah, Mathius juga di rumah, almarhum (Brigadir J) datang turun dari lantai 2 bawa senjata langsung taruh di dalam mobil,” kata Richard Eliezer dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Kemudian, Putri memanggil Mathius dan Richard Eliezer untuk ikut pergi bersama. Putri meminta Mathius ikut di mobilnya bersama Brigadir J. Sementara Richard diminta ikut dengan mengendari mobil sendiri.

“Ibu bilang, 'Dek Mathius nanti di mobil ibu ya, Dek Richard sendiri ya di mobil belakang',” ujar Richard Eliezer menirukan perintah Putri Candrawathi.

“Jadi kami jalan ke arah Kemang, tapi belum ke kediaman. Jadi kita kan biasa komunikasi dengan HT, saya sempat nanya beberapa kali ke almarhum, ‘bang izin’. (Dijawab) ‘udah Chad ikut saja dulu’,” kata Richard Eliezer menirukan komunikasinya dengan Yosua.

“Itu kita mutar-mutar di Kemang Yang Mulia. Akhirnya, kita balik ke kediaman Bangka Yang Mulia,” ujarnya melanjutkan.

Tiba di Bangka, kata Richard, Putri Candrawathi kemudian terlihat marah. Kemudian, ia diminta oleh Brigadir J untuk memarkirkan mobil di belakang rumah.

“Pada saat sampai di kediaman Bangka ibu turun kayak lagi marah jadi saya juga tidak berani nanya,” kata Richard Eliezer.

“Mungkin setengah jam kemudian Pak FS (Ferdy Sambo) pulang ke Jalan Bangka,” ujarnya lagi.

Menurut Richard Eliezer, saat itu Ferdy Sambo juga terlihat marah. Kemudian, Brigadir J menginformasikan kepada para ajudan lain bahwa rekan Ferdy Sambo akan datang ke rumah Bangka.

Baca juga: Uang di Rekening Brigadir J Hampir Rp 100 Trilun, Informasi Beredar Luas di Medsos

“Abis itu almarhum (Brigadir J) bilang nanti ada Pak Eben yang mau datang,” kata Richard.

“Siapa?” tanya Hakim Ketua Majelis Wahyu Iman Santoso. “Pak Eben yang mulia, rekannya Pak FS,” jawab Richard Eliezer.

“Tapi, karena pada saat itu saya di belakang waktu Pak Eben datang itu saya tidak lihat. Saya tidak tahu pak Eben datang sama siapa,” ujarnya melanjutkan.

Kemudian, Brigadir J meminta ajudan lain tidak ada yang berada di dalam rumah Bangka. Menurut Richard, yang berada di dalam rumah hanya Brigadir J dan Mathius, serta Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

“Almarhum bilang sama Bang Mathius ‘tidak ada selain kami berdua’. Maksudnya, almarhum sama Bang Mathius yang ada di dalam area rumah,” kata Richard Eliezer.

“Semua nunggu di luar, jadi yang di belakang ada Bang Romer, Sadam, Somad ART. Mereka berempat di balakang, lalu ada saya, Alfons sama Farhan jaga di depan,” ujarnya lagi.

Selang beberapa jam kemudian, Richard Eliezer mengaku melihat perempuan keluar dari rumah Ferdy Sambo. Perempuan itu, kata Richard, lantas keluar mencari sopirnya dalam keadaan menangis.

“Kita engga tahu ada kejadian apa di dalam, sekitar 1-2 jam tiba-tiba ada orang keluar dari dalam rumah. Kan pagar di tutup, jadi dia ketuk dari dalam pagar. Terus, aku bukain pagar. Terus, saya lihat ada peremuan yang mulia,” kata Richard.

“Saya tidak kenal yang mulia, perempuan itu nangis. Saya tidak ada waktu dia datang, peremuan itu cari driver-nya dia. Saya lari ke samping, saya panggil driver-nya,” ujarnya.

Lantas, perempuan itu pun pergi meninggalkan rumah Bangka bersama sopirnya menggunakan mobil Pajero berwarna hitam.

“Dari situ yang mulia, semenjak kejadian itu Pak FS sudah lebih sering (tinggal) di Saguling,” ungkap Richard Eliezer.

Sementara sebelum kejadian itu kata Bharada E, Ferdy Sambo lebih sering tinggal di Jalan Bangka dan hanya akhir pekan saja ke rumah di Saguling dimana Putri Candrawathi tinggal..

(Wartakotalive.com/Nurmahadi)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ronny Talapessy Sebut Bharada E Berkata Jujur Soal Wanita Misterius di Rumah Ferdy Sambo

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved