Breaking News:

BATAM TERKINI

BEGINI Cara Dinsos Batam Tentukan Penerima Bansos BLT BBM Agar Tepat Sasaran

Dinas Sosial Batam mengungkapkan cara untuk menyeleksi penerima bantuan sosial (Bansos) BLT BBM dari APBD Batam agar tidak salah sasaran.

TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing
Warga mengantre untuk mengambil BLT BBM di Kantor Pos Sekupang, Batam, Rabu (21/9/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM id - Pelaksana Harian (Plh) Dinas Sosial Kota Batam Leo Putra menyebutkan, penerima bantuan sosial (Bansos) BLT BBM dari APBD Batam sudah berdasarkan data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

DTKS ini berasal dari rekomendasi RT RW  yang dinyatakan surat keterangan dari RT RW, kemudian surat keterangan tidak mampu dari lurah, serta dilanjutkan pencacahan oleh petugas dinsos dan ditutup dengan musyawarah kelurahan. 

"Ada prosesnya sebelum masuk DTKS. Kita nggak mau mengambil data di luar DTKS. Jadi DTKS ini tempat bermukimnya data seluruh orang miskin. Kalau ada orang miskin belum masuk di DTKS ini belum bisa kita bantu menerima bansos," ujarnya, Minggu (4/12/2022). 

Terkait masih adanya warga yang dirasa telah mampu tapi masih menerima bansos dari pemerintah, Leo menjawab, ada standar yang tidak dilaksanakan.

Sebab secara ketentuan syarat penerima sudah jelas, ada keterangan dari RT RW, dan lurah yang menjelaskan jika yang bersangkutan tidak mampu.

Baca juga: DATA Center KEK Nongsa Batam Siap Beroperasi, Targetkan Investasi Rp 40 Triliun

Selanjutnya, dicacah oleh petugas pencacah sesuai alamat dan ditutup dengan musyawarah kelurahan. 

"Jadi kalau sop ini tidak dijalankan makanya terjadi orang yang dinilai mampu masuk DTKS. Seharusnya RT RW merekom yang betul-betul miskin. Lurah mengecek betul nggak, data yang direkomendasikan RT RW ini betul-betul layak menerima BLT dibantu petugas pencacah di kelurahan masing-masing turun langsung cek," tuturnya. 

Pihaknya juga telah menyampaikan jika RT RW dan Lurah mengetahui terdapat warga di lingkungan tempat tinggal yang tidak mampu atau miskin, maka dapat segera diajukan agar masuk ke dalam DTKS Kemensos. 

"Sebenarnya sistem sudah bagus, tinggal bagaimana pelaksanaannya di lapangan," tuturnya. 

Selanjutnya oleh dinsos, data hasil pencacahan ini diverifikasi lagi, baik itu terkait data ganda dalam satu KK, nomor NIK dan sebagainya.

Sebelum akhirnya dimasukan ke dalam data terpadu kesejahteraan sosial. 

"Jadi kami Dinsos mengecek dari sisi NIK ganda nggak dalam satu KK. Kalau ada dua penerima kami kurangi satu ,tapi miskin nggak miskin itu dari bawah yakni RT, RW, Lurah," katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)


 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved