PARIWISATA KEPRI AMAN
Pulau Dompak Punya Obyek Wisata Menarik, Selain Jadi Pusat Pemerintahan Pemprov Kepri
Selain sebagai pusat pemerintahan Pemprov Kepri, Pulau Dompak di Tanjungpinang memiliki sejumlah obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Mereka adalah kumpulan orang Tionghoa dan sedangkan penduduk aslinya adalah orang Melayu Kepulauan Riau.
Para perompak yang berada di daerah ini tidak menetap dan mereka tak menganggu penduduk daerah itu dan sekitarnya.
Namun penduduk asli selalu mewaspadai kehadiran mereka.
Baca juga: Monumen Tri Matra Tanjungpinang dan Kisah Tempur TNI Menjaga Indonesia
Saat mereka datang dari jauh, maka akan terdengar suara gongnya. Apabila mendengar gong itu, gadis-gadis Melayu penduduk asli langsung masuk ke dalam rumah.
Lokasi persembunyian para perompak itu berada di hutan kayu bakau.
Pada suatu hari, saat pimpinan perompak sedang tertidur, tiba-tiba dadanya ditimpa buah kayu bakau.
Dia meraung kesakitan dan membuat anak buahnya heran. Pimpinan perompak tersebut merasakan firasat jelek.
Kejadian ini pertanda kehadiran mereka tak disukai penduduk asli kampung itu.
Tidak lama kemudian, kepala perompak meninggal dunia.
Anak buahnya memilih pergi dari kampung itu.
Sebelum pergi, mereka memberikan informasi kepada penduduk kampung. Daerah ini takkan mereka tempati lagi.
Penduduk asli pun timbul gagasan atau ide untuk memberi nama kampung mereka, Kampung Dompak artinya kampung para perompak.
Penduduk asli Dompak adalah orang Melayu yang berasal dari Penyengat dan pulau-pulau di sekitar Pulau Bintan.
Daerah pertama yang dihuni adalah kampung lama. Kampung ini jauh terisolir, maka penduduknya pindah ke kampung Dompak Lama.
Dalam perkembangannya, penduduk juga pindah dan menyebar ke Tanjung Siambang, Dompak Seberang (Dompak Laut), dan Sei Jang (Dompak Daratan).