Selasa, 12 Mei 2026

BATAM TERKINI

HARGA Telur Ayam di Batam Masih Tinggi, Begini Strategi Pedagang Makanan Agar tak Rugi

Harga telur ayam di Batam masih tinggi setelah naik secara terus menerus. Kondisi ini membuat para penjual makanan putar otak agar tak rugi.

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi martabak telur. Kenaikan harga telur di Batam membuat penjual makanan berbahan telur harus pintar-pintar mengakali agar tak rugi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Harga telur ayam di Batam masih tinggi jelang libur Natal dan Tahun Baru 2023.

Di kawasan Tiban, Sekupang, Batam, pedagang masih menjual telur ayamnya seharga Rp 60.000-an per papan.

Sementara per butirnya, harga telur tersebut naik menjadi kisaran Rp 2.000 sampai Rp 2.200 sejak akhir November 2022 lalu.

"Kalau saya, jualnya dua butir Rp 4.500, biasanya orang cuma dua tiga butir sekali beli. Paling banyak beli 10 butir, harganya Rp 22.000, jarang ada yang beli sepapan," jelas seorang pedagang telur di warung kawasan Tiban, Nia, Kamis (8/12/2022).

Kemudian, di pasar tradisional, seperti Pasar Ciptapuri, harganya masih dijual sekitar Rp 58 ribu per papan, atau Rp 2000 per butir.

Di Pasar Tiban Center, harga telur ayam berkisar Rp 54.000 sampai Rp 60.000 per papan, atau Rp 2.100 per butir.

Baca juga: KING Selebriti 2, Hunian dengan Lokasi Strategis di Batam, Spesifikasi Bangunan Kelas Premium

Pedagang mengakui, kenaikan harga telur ini memang kerap terjadi, terutama menjelang akhir tahun saat momen libur Natal dan Tahun Baru.

Meski demikian, karena telur merupakan salah satu kebutuhan pokok, maka pembelinya selalu ada.

"Paling pembeli cuma ngeluh harganya naik, tapi mereka tetap beli. Cuma jumlahnya aja dikurangi dikit," ujar Nia.

Kenaikan harga telur ini juga bisa dijumpai di ritel-ritel modern.

Terpantau harga telur ayam yang semula dapat dibeli paling murah seharga Rp 12.000 per 10 butir, kini dijual Rp 20.000 per 10 butir di ritel modern.

Naiknya harga telur ini turut dirasakan oleh warga, terutama yang sehari-hari berjualan kue atau makanan.

Mereka mengeluhkan harga telur ayam yang masih tinggi cukup berdampak pada kualitas produk makanan yang dijualnya.

"Saya jualan martabak telur, itu paling banyak pakai telur ayam. Kalau harga naik, mau nggak mau ukuran martabaknya dikecilin dikit," ujar Watik, seorang warga Tiban.

Namun, meski tinggi, Watik mengakui tetap rutin membeli telur per papan karena itu merupakan kebutuhan berjualan dan rumah tangganya.

Ia hanya berharap, dalam waktu dekat harga telur ini bisa kembali turun dan stabil seperti sedia kala.

"Meskipun naik tapi masih kebeli, jadi ya pasti tetap saya beli terus," tambah Watik. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved