Breaking News:

LINGGA TERKINI

Ulat Bulu di Desa Jagoh Lingga Semakin Menjadi, Tim Gunakan APD Membasminya

Tim pembasmi ulat bulu di Desa Jagoh Lingga menggunakan APD lengkap untuk menginfus pokon tempat ulat bulu banyak bersarang.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Dok Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lingga
ULAT BULU DI LINGGA - Tim pembasmi ulat bulu saat menginfus pohon perepat di Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Selasa (13/12/2022). Tampak mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) agar terhindar dari gatal akibat terkena ulat bulu. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Keberadaan ulat bulu di Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri semakin menjadi.

Selama kurang lebih sepekan, keberadaan ulat bulu di Lingga ini menyerang permukiman warga di Desa Jagoh, yang berimbas kepada kesehatan kulit.

Warga Desa Jagoh Lingga mulai dari anak-anak hingga dewasa mengalami gatal dan ruam pada kulit akibat terkena ulat bulu ini.

Bahkan tim pembasmi juga terkena imbas dari ulat bulu ini.

Mereka ikut gatal-gatal saat menyemprot di pohon perepat, tempat ulat bulu banyak ditemukan.

Baca juga: Warga Lingga Resah, Ulat Bulu Muncul di Desa Jagoh Kecamatan Singkep Barat

Tim pembasmi ulat bulu Desa Jagoh Lingga Kepri
ULAT BULU DI LINGGA - Tim pembasmi ulat bulu saat menginfus pohon perepat di Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Selasa (13/12/2022). Tampak mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) agar terhindar dari gatal akibat terkena ulat bulu.

Sudah tiga hari tim pembasmi hama turun menyemprot dengan racun.

Hingga saat ini, Selasa (13/12/2022) tim berupaya melakukan infus ke pohon.

Tak ingin serangan gatal akibat ulat bulu, tim pembasmi menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), menginfus ke pohon perepat di hutan bakau dekat permukiman warga.

Menggunakan pompong atau perahu mesin warga, tim pun mencari pohon yang diinggap ulat bulu.

"Kami lakukan infus pohon, tujuannya untuk penyerapan pada pohon, jadi pas ulat itu makan daun tekena racun dari cairan infus tadi," kata salah seorang pembasmi, Didin Maulana dari tim Dinas Pertanian Lingga, kepada TribumBatam.id.

Dia menyebutkan, ada 30 pohon yang dilakukan pemasangan infus pembasmi ulat bulu di Lingga ini.

Baca juga: Ribuan Ulat Bulu Serang Desa Sedamai di Lingga, Seorang Balita Dilarikan ke RS

Fenomena ini pun membuat warga resah, hingga sedikitnya kurang lebih ada 16 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 52 warga alami gatal dan ruam di kulit.

"Takut menyerang ke pelabuhan, makanya kita mengitari melakukan infus pohon di pemukiman warga dekat dengan pelabuhan," kata Camat Singkep Barat, Febrizal Taupik.

Sudah tiga hari berturut, dia bersama tim melakukan pembasmian terhadap fenomena ini.

Salah seorang warga, Sumarni mengatakan sebelumnya, faktor terpaan angin di laut menjadi banyaknya ulat bulu yang terkena kulit warga.

"Rasanya gatal kayak menyengat, seperti panas badan kita," katanya.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved